Ngerii! 30 Perampok Satroni 4 Bank hingga Taburkan Uang Hasil Rampokan di Sepanjang Jalan

Ngerii! 30 Perampok Satroni 4 Bank hingga Taburkan Uang Hasil Rampokan di Sepanjang Jalan

Editor: Heri Prihartono
pixabay.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, BRAZIL - Sekitar 30 perampok satroni 4 Bank, hingga lakukan hal mengejutkan pada uang hasil rampokan.

Sebanyak 30 pria bersenjata lengkap dengan bahan peledak mengenakan penutup wajah dan rompi antipeluru menyerbu sedikitnya tiga atau empat bank di Criciúma, Negara Bagian Santa Catarina, Brasil selatan, Senin (1 Desember 2020) dini hari.

Kawanan perampok yang mengendarai 10 mobil ini, meledakkan kantor polisi, dan membakar mobil di terowongan untuk mencegah polisi memanggil bantuan.

Warga memposting gambar di media sosial tentang apa yang mereka gambarkan sebagai penembak jitu (sniper) di atas atap.

Polisi menangkap warga yang memunguti uang rampokan yang disebar pelaku di jalan
Polisi menangkap warga yang memunguti uang rampokan yang disebar pelaku di jalan (facebook)

Tak hanya itu kawanan perampok ini juga menyebarkan sebagain uang tunai hasil rampokan di jalanan untuk membuat pengejaran terhambat.

Penyerangan ini terjadi sekitar tengah malam waktu setempat (03:00 GMT) dan berlangsung lebih dari satu jam. 

Sekitar pukul 03:00 waktu setempat, Walikota Criciúma Clésio Salvaro mengatakan dalam sebuah tweet bahwa "serangan besar" sedang terjadi dan mendesak orang untuk tinggal di rumah.

Seorang petugas keamanan dan seorang perwira polisi militer terluka.

Sasaran serangan itu adalah Banco do Brasil di pusat Criciúma. Pihak bank belum berkomentar tentang berapa banyak uang yang dicuri.

Bagaimana serangan itu terjadi?
Penduduk kota yang berpenduduk sekitar 200.000 orang pertama kali melaporkan mendengar suara tembakan sekitar tengah malam.

Polisi militer melaporkan bahwa kebakaran telah terjadi di sebuah terowongan di jalan utama menuju kota, mungkin untuk mencegah pasukan keamanan mengirim bala bantuan ke kota.

Markas polisi juga diserang.

Di bagian lain kota, setidaknya enam orang digunakan sebagai "tameng manusia" oleh orang-orang bersenjata, yang memaksa mereka untuk duduk di penyeberangan pejalan kaki untuk memblokir jalan.

Warga memposting gambar di media sosial tentang apa yang mereka gambarkan sebagai penembak jitu di atas atap.

Mereka kemudian dibebaskan tanpa cedera setelah aksi perampokan rampung.

Tameng manusia disandera dan dibariskan di jalan agar polisi tak berani mendekat
Tameng manusia disandera dan dibariskan di jalan agar polisi tak berani mendekat (facebook)
Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved