Breaking News:

Berita Tanjabbar

Bupati Tanjabbar Safrial Walk Out dari Rapat Paripurna, Jafar: 'Ini Luar Biasa, Baru Pertama Kali'

Walk out-nya Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Safrial dalam rapat pembahasan Ranperda APBD anggaran tahun 2021 di DPRD Kabupaten Tanjabbar

TRIBUNJAMBI/SAMSUL BAHRI
Ahmad Jafar, pimpinan rapat 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Walk out-nya Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Safrial dalam rapat pembahasan Ranperda APBD anggaran tahun 2021 di DPRD Kabupaten Tanjabbar, Senin (30/11/2020) disebutkan oleh dewan baru pertama kali di DPRD.

Hal ini disebutkan oleh Ahmad Jafar, pimpinan rapat saat diwawancarai oleh sejumlah media setelah melaksanakan rapat.

Ahmad Jafar menyebutkan bahwa selama Ia menjadi anggota DPRD Tanjabbar selama tiga periode, walk outnya Bupati dalam Rapat Paripurna ini baru pertama kali terjadi.

Ia juga menyebutkan tidak mengetahui alasan Safrial walk out dalam rapat paripurna yang sebelumnya sempat diskor dua kali lantaran Safrial belum hadir.

"Kami juga tidak mengerti apa yang menjadi masalah pemda, karena dari awal pembahasan apbd ini biasa saja dan normal saja. Kami tidak mengerti sikap bupati hari ini dan kami jujur bingung juga," kata Ahmad Jafar.

Baca juga: LAGI! Nikita Mirzani Sindir Habib Rizieq, Bandingkan Sama Ketua PBNU soal Covid-19, Bahas Kejujuran

Baca juga: Kisah Kopassus, Melaksanakan Misi Rahasia Sampai Istri Tak Tahu, Pamitan Saat Sudah Dipesawat

Baca juga: Sungai Batanghari Meluap Tinggi, Pengelolaan Penjernihan PDAM Muarojambi Kena Dampaknya

Lebih lanjut Ia menyebutkan bahwa mekanisme sebelum pembahasan Ranperda ABPD ini berjalan dengan normal.

Adapun Pemkab Tanjabbar mengajukan RAPBD yang kemudian dilakukan pembahasan dan kata Jafar dilakukan secara normal. 

"Pertama melalui paripurna di hadiri oleh kepala daerah dan jajaran. Sampai berlanjut rapat program APBD di komisi dan ini berjalan normal. Tidak ada sesuatu yang aneh, dan tidak ada yang luar biasa," katanya.

Diakui oleh Jafar bahwa memang ada program-program yang di usulkan oleh Pemkab Tanjabbar yang di lakukan stretching. Namun menurutnya hal-hal semacam itu adalah hal yang lumrah dan sering terjadi.

"Yang kita temui di komisi memang ada beberapa program yang tidak ada pencapaian di dalam target program RPJMD, ini lebih banyak komisi tiga. Ini emang di-stretching dan ini lumrah dan biasa saja," katanya.

Halaman
12
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved