Bakso Bude Sekolahan
Cerita Tukini, Saat Sekolahan Libur, Merintis Usaha Bakso dari Awal Lagi
Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada penjual makanan di kantin sekolah. Mereka harus tutup karena sekolah diliburkan.
Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Rahimin
Cerita Tukini, Saat Sekolahan Libur, Merintis Usaha Bakso dari Awal Lagi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Vira Ramadhani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada penjual makanan di kantin sekolah. Mereka harus tutup karena sekolah diliburkan.
Seperti yang dialami oleh Tukini (42) penjual bakso dan mie ayam di SMKN 1 Kota Jambi.
Tukini mulai berjualan bakso dan mie ayam di kantin SMKN 1 sejak tahun 1999, dan sampai saat ini terhitung jalan 21 tahun dia telah berjualan.
Namun, sejak akhir Maret Tukini tidak berjualan lagi di kantin SMKN 1 Kota Jambi.
Baca juga: Konnichiwa, Tempat Ngopi di Kota Jambi Ini Hadir Dengan Nuansa Jepang
Baca juga: Download Lagu Lathi Dari Weird Genius dan Sara Fajira, Lengkap dengan Lirik dan Video klip
Baca juga: Promo JSM Indomaret Terakhir Diskon Periode 27-29 November 2020, Susu Popok Minyak Beras Detergen
“Sudah berbulan-bulan tidak jualan di kantin karena sekolah juga diliburkan. Sedangkan pengeluaran ngalir terus tapi pemasukannya sangat menipis,” ujarnya
Tukin yang biasa dipanggil bude bakso ini mengatakan. biasanya bekerja berdua suami dalam mengelola bakso dan mie ayam di kantin sekolah.
Namun, beberapa bulan terakhir hanya mengandalkan suami yang kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Karena pendapatan suami juga sangat sedikit, mangkanya kita buka bakso dan mie ayam dirumah. Alumni-alumni dan anak sekolahan yang pengen makan bakso dan mie ayam kita jadi bisa datang langsung kerumah saya,” ujarnya.
Untuk harga bakso dan mie ayam yang dia jualnya masih sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp 8.000 dan Rp 12 ribu untuk mie ayam + bakso urat/telur.
Rumah Tukini yang menjadi tempat jualan bakso berlokasi di Jalan Depati parbo Rt 16, Pematang Sulur. Tempat makan bakso dirumahnya menjadi tempat reuni para alumni SMKN 1 Kota Jambi dari berbagai tahun lulusan.
Baca juga: Kisah Kopassus Saat Lawan Pasukan Khusus AS Green Berets, Tak Gentar Meski Kalah Diukuran Badan
Baca juga: Jalan Poros Bahar Selatan Rusak, Dinas PUPR Muarojambi Minta Toke Sakit Bawa Muatan Sesuai Tonase
Baca juga: SELEBGRAM Bunuh Diri Lompat dari Lantai 4, Postingan Terakhirnya di IG Jadi Pertanda: Mati 1. . . .?
“Ada beberapa anak yang bilang, ‘untung bude buka bakso di rumah jadi kita-kita bisa makan bakso bude saat pulang kerja dan bisa kumpul reuni gini’. Jadi dengar ucapan mereka itu saya juga semangat,” ungkapnya.
Selain hanya berjualan bakso dan mie ayam tukini juga mengeluarkan menu baru yaitu seblak dengan berbagai toping, dengan harga yang dimulai Rp 5.000.
“Menu seblak itu ada karena permintaan beberapa pembeli. Jadi toping pada seblak kita itu ada ceker, sosis, otak-otak, makaroni, chikuwa dan sebagainya,” tambahnya.
