Ngaku Diperintah Warga Malaysia, Driver Ojol Mau Bawa Kabur 4 Pengungsi Rohingnya, Upah Menggiurkan

Suatu waktu dia mendapat perintah dari warga Malaysia yang mengaku bernama Muhammad untuk menjemput pengungsi Rohingnya.

Editor: Sulistiono
net/serambinews.com
BS (45) pria asal Tangerang ditangkap TNI saat hendak membawa kabur empat Rohingya di Kamp bekas Balai Latihan Kerja (BLK) Kandang di Gampong Meunasan Mee, Kecamatan Muara , Lhokseumawe pada Jumat (20/11/2020) sore ternyata berprofesi sebagai driver ojol. Dia mendapat perintah dari warga Malaysia yang mengaku bernama Muhammad. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pria paro baya asal Tangerang, BS (45), menjalani hidup sehari-hari sebagai tukang ojek online alias ojol.

Suatu waktu dia mendapat perintah dari warga Malaysia yang mengaku bernama Muhammad untuk menjemput pengungsi Rohingnya.

Baca juga: Ramalan Horoscope Senin 23 November 2020

Pengungsi Rohingnya yang dimaksud sedang berada di kamp penampungan Lhokseumawe, Aceh.

Driver ojol itu menyanggupi karena akan memperoleh upah besar.

Cerita berawal ketika BS (45) ditangkap saat hendak membawa kabur empat Rohingya dari Kamp penampungan di Lhokseumawe pada Jumat 20 Oktober 2020.

Baca juga: Hari Terakhir Pendaftaran Lelang Jabatan di Muaro Jambi, 3 Instansi Ini Paling Banyak Pendaftarnya

Dia hendak membawa kabur empat warga Rohingya yang selama ini ditampung di kamp bekas Balai Latihan Kerja (BLK) Kandang di Gampong Meunasan Mee, Kecamatan Muara , Lhokseumawe.

Saat diinterogasi anggota Kodim 0103 Aceh Utara, BS mengaku lahir di Kedataran, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara.

Baca juga: Bencana Angin Puting Beliung Sapu Rumah Indra Gunawan, BPBD Batanghari Imbau Warga Waspada

Kemudian, pada tahun 1994 merantau ke Pulau Jawa dan saat ini berdomisili di Tangerang Banten.

“Aslinya dia Aceh Tenggara, saat remaja merantau ke Tangerang. Bekerja sebagai driver Gojek dan pernah menjadi calo tiket di Bandara Soetta,” ungkap Dandim Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, mengutip pengakuan BS kepada Serambinews.com, Sabtu (21/11/2020).

Baca juga: Siapa Sebenarnya Sosok Chaplin di Artikel Rudi S Kamri? Disebut Danai Kepulangan Habib Rizieq

Dandim menjelaskan kronologi penangkapan BS, awalnya pada Jumat (20/11/2020).

Sekitar pukul 04.30 WIB pria itu terbang via Bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju Bandara SIM, Banda Aceh dengan pesawat Lion Air dan tiba pukul 09.30 WIB.

Selanjutnya, BS menumpang angkutan umum minibus dari Simpang Lambaro, Aceh Besar menuju ke Kota Lhokseumawe.

Ia tiba di Lhokseumawe sekitar pukul 16.30 WIB dan turun di kawasan Simpang Selat Malaka, Cunda.

Kemudian BS naik becak motor, minta diantar ke tempat pengungsi Rohingya di BLK Kandang.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved