Meningkatkan Kewaspadaan di Bawah Ancaman Bencana Hidrometrologi
Hari ke hari bencana kian sering terdengar. Bencana hidrometeorologi yang diprediksi pun terjadi.
Maka ancaman bencana hidrometeorlogi masih akan menghantui.
Hari ke hari bencana kian sering terdengar. Bencana hidrometeorologi yang diprediksi pun terjadi.
Terbaru longsor di Parit 6 Dusun Jaya Abadi, Desa Menteng Kecamatan Mendahara, Tanjab Timur hanyut ke sungai setelah diterang longsor, kemarin.
Longsor yang membuat akses jalan terputus juga terjadi di Kabupaten Bungo.
Tak terkecuali di Kota Jambi, angin kencang membuat seorang warga meninggal setelah tertimpa atap yang terbang.
Memang, Provinsi Jambi masih berada pada musim hujan. Hujan masih akan turun dengan intensitas sedang hingga lebat.
Maka ancaman bencana hidrometeorlogi masih akan menghantui.
Hujan juga dapat disertai petir dan angin kencang. Maka di sinilah kita perlu meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah selaku pemangku kepentingan, harus menyiagakan mulai dari personel, peralatan hingga logistik.
Tentu kita tak ingin bencana ini mengakibatkan kerugian massif terlebih korban jiwa.
Baca juga: Fitur Terbaru Whatsapp, Ada 5 Fitur Baru, dari Always Mute hingga Search the Web, Segera Update
Baca juga: HEBOH Millen Cyrus Ditempatkan di Sel Laki-laki Atau Perempuan? Begini Kata Pihak Kepolisian
Baca juga: Atasi Banjir di Jambi, Dinas akan Tempatkan Pompa Air Desain Baru di Empat Titik di Kota Jambi
Baca juga: Ada CPNS Sarolangun 2020 Masukkan Sanggahan ke Panselnas, BKPSDM: Tidak Ada Soal Kecurangan
Pemerintah juga perlu menyisir kembali pohon-pohon pelindung di tepi jalan.
Bila perlu dipangkas, maka harus dipangkas agar tidak tumbang dan membahayakan.
Adapun masyarakat, tentu juga harus meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian. (*)