Kisah Militer RI

Kala Sintong Tugaskan Hendropriyono Buru Sosok Penembak Anggota Kopassandha, Kisah Kopassus vs PGRS

Satu di antara kisah heroik Komando Pasukan Khusus, yaitu saat tim Kopassus yang dipimpin Hendropriyono dikepung musuh.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase/TribunJambi.com
AM Hendropriyono dan Kopassus 

TRIBUNJAMBI.COM - Sejarah militer Indonesia satu ini merupakan kisah nyata di antara kisah Kopassus lainnya yang menegangkan.

Banyak yang tidak mengetahui pertempuran pasukan elite yang satu ini.

Pertempuran ini hampir sama seperti d film-film, tapi ini merupakan kisah nyata

Satu di antara kisah heroik Komando Pasukan Khusus, yaitu saat tim Kopassus yang dipimpin Hendropriyono dikepung musuh.

Peristiwa itu terjadi saat pencarian kelompok yang menembak anggota Kopassus.

Baca juga: VIDEO Taktik Letkol Sintong Kopassus, Berpura Operasi Gagal, Anak Buah Tertipu, Hasil Mencengangkan

Baca juga: Kisah Anggota Kopassus, Siapkan 17 Peti Mati Saat Jalani Misi Pembebasan Sandera, Segini yang Terisi

Baca juga: KALA Kopassus Dibantu Pendekar Hebat Melawan Musuh yang Miliki Kekuatan Ilmu Hitam Demi Bebaskan WNI

Kisah ini terjadi saat operasi menumpas pemberontak Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS), Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) dan Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) yang berhaluan komunis.

Tim Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) yang saat ini bernama Kopassus dipimpin oleh Hendropriyono memburu pemberontak yang menembak mati anggota Kopassus.

Hendropriyono ditugaskan oleh Sintong Panjaitan untuk mencari pelaku penembakan.

Sintong Panjaitan saat itu merupakan Komandan Satgas 42/Kopassandha yang ditugaskan menggantikan Satgas 32/Kopassandha dan Kompi A Yonif 412 Kodam VII/Diponegoro

Kisah ini Tribunjambi.com nukil dari buku Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando karangan Hendro Subroto yang diterbitkan oleh penerbit Kompas.

Dalam setiap briefing Sintong Panjaitan selalu menegaskan kalau militer membuat bivak jangan di dekat sumber air.

Beda dengan Pramuka yang membuat bivak selalu dekat dengan air karena memudahkan mereka untuk mandi, memasak, buang air dan keperluan lainnya.

Sintong Pandjaitan memimpin RPKAD merebut kembali gedung RRI
Sintong Pandjaitan memimpin RPKAD merebut kembali gedung RRI 

Gerombolan komunis banyak melakukan gerakan menyusuri sungai kecil untuk menghilangkan jejak.

Penekanan Sintong itu ternyata tidak diindahkan oleh anak buahnya.

Mereka mendirikan bivak di dekat air.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved