Bulog Pastikan Stok Beras di Jambi Aman Hingga 6 Bulan Kedepan

Kepala Bidang Pengadaan dan Operasional Publik Perum Bulog Kanwil Jambi, Aan Sugiharto mengatakan, untuk beras medium kini ada 9 ribu ton yang sudah t

Penulis: Zulkipli | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Bidang Pengadaan dan Operasional Publik Perum Bulog Kanwil Jambi, Aan Sugiharto 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Kanwil Bulog Jambi memestikan stok beras di Provinsi Jambi aman hingga enam bulan ke depan atau hinggal April 2021 mendatang.

Kepala Bidang Pengadaan dan Operasional Publik Perum Bulog Kanwil Jambi, Aan Sugiharto mengatakan, untuk beras medium kini ada 9 ribu ton yang sudah tersebar di Kanwil Kota Jambi maupun kantor cabang di kabupaten/kota.

“Sehingga dengan jumlah itu bisa menjaga stabilitas harga di Jambi agar tak melambung,” ujar Aan Kamis (19/11/2020).

Baca juga: 16 Puskesmas di Tanjabbar Dilibatkan Dalam Pelaksanaan Rapid Test Ribuan Petugas KPPS

Baca juga: Wajah Lesu Jerinx Jadi Sorotan usai Divonis, Suami Nora Alexandra Kecewa Atas Putusan: Jelas Ya!

Baca juga: 11 Komjen dan 3 Irjen Kandidat Calon Kapolri, Siapa Paling Berpeluang Gantikan Idham Azis?

Untuk data kebutuhan beras di Jambi sendiri Ia menyebut berdasarkan data berkisar 1.500 hingga 2.000 ton per bulannya. Sehingga stok beras yang ada cukup untuk enam bulan kedepan.

“Namun juga perlu antisipasi terkait permintaan tinggi akhir tahunan karena tak ada musim panen. Bisa saja ada permintaan ekonomi yang tinggi di akhir tahun nanti,” katanya.

Sementara untuk stok gula, Aan menyebut sejauh ini juga cukup untuk beberapa bulan kedepan.

“Gula juga masih stabil, untuk stok kita ada 33 ton, yang 21 ton berada di Kanwil Jambi. Untuk harga satuannya sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500,” katanya.

Melihat situasi sejauh ini, Aan tak menampik belum akan dilakukan operasi pasar. Ini karena alasan utama harga yang cenderung stabil.

“Untuk gula pada akhir tahuni ini masih banyak produksi sehingga akan aman. Berbeda dengan dipertengahan tahun ketika belum masuk panen dan gula sangat rawan dengan harga yang tinggi,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved