Breaking News:

Pilkada di Bungo

Sebanyak 8.245 Penyelenggara Pilkada di Bungo Bakal Rapid Test Besok

Pelaksanaan rapid test dan swab itu dikatakan Muhammad Bisri, Ketua KPU Bungo akan diselenggarakan pada Kamis hingga Jumat (20/11/2020).

Tribunjambi/Darwin
Ketua KPUD Bungo, Muhammad Bisri mengatakan berdasarkan hasil rapat kerja Komisi II DPR RI, Kemendagri, Bawaslu RI, KPU RI menghasilkan kesepakatan pilkada dilaksanakan pada 9 Desember 2020. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Sebanyak 8.245 penyelenggara Pilkada dari tingkat provinsi hingga desa dan petugas keamanan TPS akan dilakukan rapid test.

Pelaksanaan rapid test dan swab itu dikatakan Muhammad Bisri, Ketua KPU Bungo akan diselenggarakan pada Kamis hingga Jumat (20/11/2020).

Penyelenggara yang akan dirapid test itu meliputi PPK, KPPS hingga pegawai ketertiban selama pelaksanaan pemilihan.

Pelaksanaannya, Bisri mengatakan pihaknya bekerjasama dengan pihak RSUD H Hanafie Muara Bungo.

Baca juga: Dampak Pandemi, Serapan Anggaran Pemkab Tanjabtim Baru 66 Persen, Bakeuda Optimis Capai Target

Baca juga: 7 Orang Tewas, Teroris Serang Bangunan Sinagoga di Wina Austria, Polisi Minta Jauhi Tempat Umum

Baca juga: Video Perpisahan Vanessa Angel dengan Anaknya, Nikita Mirzani : Sayang Kuat Yah

"Jumlah penyelenggara yang akan di rapid test sebanyak 8.245 peserta dari Komisioner KPU, PPK, KPPS dan Petugas Keamanan," ungkapnya kepada Tribunjambi.com, Rabu (18/11/2020).

Sedangkan tempat pelaksanaan, Bisri mengatakan akan diselenggarakan di 15 titik.
Sebab rumah sakit bekerjasama dengan Puskesmas.

Jika ditemukan peserta yang reaktif, maka akan dilakukan isolasi sembari dilakukan uji swab.

Sedangkan apabila masa isolasi itu hingga pada pelaksanaan pencoblosan, maka besar kemungkinan akan digantikan.

Namun pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pimpinannya, KPU RI.

"Tentunya kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait apa langkah selanjutnya, protokol selanjutnya seperti apa," katanya.

"Jika positif Covid-19 selanjutnya akan kita kaji lagi, jika protokolnya harus isolasi maka akan diisolasi. Jika isolasi sampai hari H maka kita akan konsultasikan dengan pimpinan apa solusinya," tandasnya.

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved