Breaking News:

Berita Muaro Jambi

Seorang Pemuda di Sungai Gelam Rudapaksa Tetangganya, Terungkap Sudah Tiga Kali Beraksi

Saat ini pelaku telah diamankan, saat pelaku tengah asyik nongkrong di seputaran Tugu Keris Kota Baru Jambi.

TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Ilustrasi Korban Rudapaksa 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - LN, gadis berusia 14 tahun di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi dirudapaksa oleh tetangganya sendiri.

Pelakunya berinisial FA (17). Ia nekat melampiaskan nafsu bejatnya terhadap korban LN yang merupakan tetangganya sendiri.

Kejadian ini berhasil diungkap Polres Muaro Jambi yang dipimpin oleh Kanit PPA, Aipda Wisnu Hertanto, Senin (16/11/2020) sekira pukul 20.00 WIB.

Kapolres Muaro Jambi melalui Kasubag Humas, AKP Amradi mengatakan, pelaku diamankan berdasarkan laporan dari orang tua korban yaitu dengan Nomor : LP / B- 61 / XI / 2020 / Ma. Jambi / SPKT, 05 November 2020.

Baca juga: Emas 4 Kg di Bawah Musala Dusun Nangko, Pemilik Tanah Rumah Ibadah Bongkar untuk Tambang Ilegal

Baca juga: Harga Emas Antam 17 November 2020 Turun Rp 5.000, Jadi Rp 980.000 per gram

Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 12 Dibuka Tahun 2021, Update Informasi di prakerja.go.id

"Pelaku ternyata sudah tiga kali melakukan aksi bejatnya terhadap korban. Dalam aksi terakhir pelaku sempat mengancam akan menyakiti orang tuanya jika menolak permintaannya," kata AKP Amradi, Selasa (17/11/2020).

Saat ini pelaku telah diamankan, saat pelaku tengah asyik nongkrong di seputaran Tugu Keris Kota Baru Jambi.

"Waktu penangkapan pelaku tersebut tidak ada melakukan perlawanan dan selanjutnya diamankan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut” sebutnya.

Akibat perbuatannya, FA diancam dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (1) UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah Pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved