Breaking News:

Penanganan Covid

Pembelajaran Tatap Muka di Sabak Barat dan Geragai Kembali Ditutup, Pemda Lakukan Rapat Evaluasi

Rapat membahas terkait adanya sekolah di dua kecamatan di Tanjabtim yang ditunda pembelajaran tatap mukanya.

Tribunjambi.com/Abdullah Usman
Junaedi Rahmat, Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pjs Bupati Tanjabtim bersama instansi terkait melakukan rapat evaluasi terkait penambahan kasus Covid-19, beberapa sekolah kembali ditutup.

Rapat membahas terkait adanya sekolah di dua kecamatan di Tanjabtim yang ditunda pembelajaran tatap mukanya.

Dua Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Sabak Barat yang merupakan Ibukota Kabupaten Tanjabtim, serta Kecamatan Geragai yang berada di pintu masuk kabupaten.

Baca juga: Gisel Diperiksa Polda Metro Terkait Video Syur Mirip Dirinya, Gading Jadi Saksi, Tersangka Sebut GA

Baca juga: Dua Bank Ini Tawarkan Bunga Deposito Tertinggi, Tinggal Pilih Mau Investasi Dimana

Baca juga: Budidaya Madu Lebah di Desa Danau Lamo Diharapkan Bupati Masnah Jadi Destinasi Wisata

Junaedi Rahmad selaku Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim mengatakan, rapat evaluasi yang telah dilakukan bersama Satgas Covid-19 Tanjabtim dan Pjs Bupati Tanjabtim tersebut disepakati dua Kecamatan yang akan dievaluasi lagi sistem pembelajaran tatap muka.

"Seluruh sekolah yang ada di Kecamatan Muara Sabak Barat dan Kecamatan Geragai akan ditunda sistem pembelajaran tatapannya. Selain itu akan dievaluasi dan ditunda pembelajarannya selama 14 hari kedepan," ujarnya.

Terkait apakah nantinya ada sekolah di Kecamatan lainnya yang juga akan diliburkan, Junaedi menuturkan, hal itu akan dilihat dari hasil pemetaan yang resiko dari Satgas Covid-19 Tanjabtim.

"Petanya yang diperkenankan oleh SKB 4 Menteri itu kan hijau dan kuning. Sepanjang masih hijau dan kuning hasil pemetaannya, berarti sistem pembelajaran tatap mukanya terus berjalan dan sesuai protokol kesehatan tentunya," tutur Junaedi.

"Tetapi begitu hasil pemetaannya masuk kategori orange, berarti otomatis harus kita evaluasi proses bejara tatap mukanya, seperti dua kecamatan tadi," sambungnya.

Lanjut, Junaedi juga menjelaskan, untuk ujian akhir sekolah nanti akan melihat situasi dan hasil yang ditetapkan oleh tim gugus tugas, kalau memang kondisinya masih dalam kondisi orange tidak boleh dengan tatap muka.

Dijelaskannya pula, tentu kita lakukan dengan PJJ, penilaiannya juga nanti kita lakukan seperti itu. Jadi kita lihat nanti perkembangannya seperti apa.

"Kalau Kecamatan yang lain sementara ini masih kita laksanakan pembelajaran tatap muka, kemungkinan bisa dilakukan ujian seperti biasa yang sesuai dengan peraturan yang ada, di luar dari Dua Kecamatan tadi itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Pjs Bupati Vahrial Adhi Putra merasa prihatin dengan kondisi perkembangan Covid-19 yang terjadi saat ini. Terbih dengan adanya penambahan kasus yang jumlahnya cukup signifikan.

"Terkait hal ini tentu harus ada tindakan cepat yang harus dilakukan," ujar PJS Senin (16/11/2020).

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved