Memasuki Musim Hujan, Warga Tepi Danau Teluk Kenali Telanaipura Mulai Khawatir Terkena Banjir
Pasalnya daerah yang mereka jadikan tempat tinggal ini, sering menjadi langganan banjir akibat luapan Danau Teluk Kenali ketika musim hujan tiba.
Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Intensitas hujan di Kota Jambi mulai tinggi, warga yang berada di tepi Danau Teluk Kenali, Telanaipura, Kota Jambi, mulai khawatir.
Pasalnya daerah yang mereka jadikan tempat tinggal ini, sering menjadi langganan banjir akibat luapan Danau Teluk Kenali ketika musim hujan tiba.
Julianti (43), warga RT 01 Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, yang tinggal di wilayah itu mengatakan, kondisi air danau untuk saat ini terbilang sudah agak tinggi.
Baca juga: VIDEO Merinding, Cerita Mistis Suryadi Ikuti Google Maps Tersesat di Hutan
Baca juga: Perkara Tukang Obat, Nikita Mirzani Dilaporkan FMPU ke Polisi Karena Dianggap Hina Rizieq Shihab
Baca juga: Sambil Tersedu-sedu, Ustaz Abdul Somad Tanggapi Penghina Habib Rizieq, Apa Dosanya, Apa Salahnya
"Banjir terakhir pada 2020 ini pada bulan Mei lalu. Tinggi banjir sudah hampir masuk ke rumah. Padahal rumah di sini bentuknya rumah panggung semua," ungkapnya saat ditemui Tribunjambi.com, Senin (16/11/2020).
Dirinya mengatakan, meski banjir tidak terlalu memberikan kerusakan parah untuk rumahnya, namun banjir luapan danau Teluk Kenali menyisakan sampah yang banyak di permukiman warga.
"Sampahnya banyak sekali. Segala jenis sampah ada, dari popok bayi, plastik, hingga bangkai hewan pun ada," bebernya.
"Kemudian selain sampah binatang-binatang seperti ular, biawak, dan sejenisnya mulai masuk ke rumah-rumah kami. Makanya kalau sudah masuk musim hujan seperti ini kami mulai was-was," ujarnya.
Beberapa tahun ini ia mengatakan banjir tidak pernah sampai ke rumah. Hanya saja banjir paling parah itu pernah masuk ke rumah hingga ketinggian betis orang dewasa.
"Pernah dulu banjir sampai masuk rumah dan tingginya sebetis. Tapi saya lupa kapan itu. Kami yang tinggal di sini pada ngungsi semua," katanya.
Julianti berharap musim hujan kali ini tidak terlalu parah dari musim hujan sebelum-sebelumnya.
"Jangan sampailah musim hujan nanti ini sampai ekstrim. Kalau seperti bulan Mei lalu kami masih bisalah mengantisipasi. Tapi kalau sudah sampai masuk rumah, kami akan kerepotan. Terutama buat ngungsi," ujarnya.
"Untuk keluar dari sini kami harus pakai perahu. Karena kalau sudah banjir untuk keluar dari daerah sini kami harus pakai sampan," pungkasnya.