Breaking News:

Habieb Rizieq Beri Tamparan Keras UU Cipta Kerja : Main Ketok Palu Disahkan, Ini Kan Namanya Ngawur

Habieb Rizieq Beri Tamparan Keras UU Cipta Kerja : Main Ketok Palu Disahkan, Ini Kan Namanya Ngawur

Capture YouTube Front TV
Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq memberikan sambutan kepada para pendukungnya setelah pulang dari Arab Saudi, Selasa (10/11/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab beri kritikan keras terhadap UU Omnibus Law atau UU Cipta Kerja.

Hal ini disampaikan HabiB Rizieq saat menyampaikan tausiyah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu 15 November 2020.

Menurut Habib Rizieq, katanya, niat untuk membuat Undang-undang Omnibus Law adalah bagus.

''Niatnya sih bagus, katanya. Katanya. Untuk mempermudah dan memperlancar dunia usaha, katanya. Untuk meringkaskan lebih dari 70 undang-undang dalam satu undang-undang saja, katanya,'' ungkap Habib Rizieq dilansir dari Youtube Front TV.

"Ya kalau untuk kebaikan sih nggak ada masalah. Cuman yang jadi masalah, ini undang-undang prosesnya lucu,'' papar Habib Rizieq.

''Dari 800 halaman jadi 900. Dari 900 naik jadi seribuan. Dari seribu turun lagi jadi 812. Dari 812 naik lagi jadi seribu sekian. Ini lagi bikin undang-undang atau lagi bikin kuitansi warung kopi?,'' katanya.

Rizieq menegaskan, yang namanya bikin undang-undang, sebelum dibuat, sebelum disidangkan, DPR harus mengundang tokoh masyarakat dari semua elemen.

''Undang ulamanya, karena dalam UU Omnibus Law ada hal-hal yang menyangkut agama. Undang juga ormas-ormasnya. Undang juga pengusahanya. Undang juga buruhnya, undang juga mahasiswanya. Ajak dulu dialog. Nggak boleh main langsung bikin undang-undang,'' paparnya. 

Rizieq mengatakan hal itu, karena DPR itu wakil rakyat bukan wakil partai.

Setelah semua tokoh sudah dipanggil, baru DPR merumuskan dan menampung masukan-masukan.

Halaman
1234
Editor: Heri Prihartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved