Tak Hadir di Istana, Refly Harun Sebut Gatot Nurmantyo Tak Selesaikan Tugas dari Presiden Jokowi

Gatot Nurmantyo tidak hadir di Istana Negara. Refly Harun sebut Gatot Nurmantyo tak selesaikan tugas dari Presiden Jokowi,

Editor: Rahimin
YouTube Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun 

Tak Hadir di Istana, Refly Harun Sebut Gatot Nurmantyo Tak Selesaikan Tugas dari Presiden Jokowi

TRIBUNJAMBI.COM - Gatot Nurmantyo tidak hadir di Istana Negara. Refly Harun sebut Gatot Nurmantyo tak selesaikan tugas dari Presiden Jokowi,

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Refly Harun mengatakan Gatot Nurmantyo menerima pemberian tanda jasa Bintang Mahaputera dari negara.

Hanya saja, Gatot Nurmantyo tidak bisa hadir dalam penganugerahan Bintang Mahaputera dari Presiden Jokowi, Rabu 11 November 2020.

Menurut Refly Harun, ada tiga alasan yang disampaikan Gatot Nurmantyo kepada dirinya mengapa tak hadir dalam penganugerahan Bintang Mahaputera.

Baca juga: Lurah Petamburan Kesulitan Awasai Habib Rizieq Saat Karantina Mandiri, Ternyata Ini Penyebabnya

Baca juga: Lurah Petamburan Kesulitan Awasai Habib Rizieq Saat Karantina Mandiri, Ternyata Ini Penyebabnya

Baca juga: Nama-nama Bayi Perempuan Islami Dengan Banyak Makna, Berhati Mulia, Paras Cantik Seperti Bidadari

Selain alasan pandemi Covid-19 dan merasa ada ketidaklaziman karena diberikan tidak seperti biasanya yakni saat menjelang hari kemerdekaan RI, menurut Refly Harun ada alasan yang lebih substantif.

Dikatakannya bahwa ada tugas dari Presiden Jokowi yang belum terselesaikan oleh Gatot Nurmantyo.

Tugas tersebut sebelumnya diberikan ketika Gatot Nurmantyo masih aktif menjadi Panglima TNI.

Atas dasar itulah ada perasaan tidak enak kepada Jokowi untuk bisa menerima penghargaan tersebut.

Meski begitu, Refly Harun mengaku tidak bisa mengungkapkan tugas apa yang belum diselesaikan oleh Gatot Nurmantyo, lantaran yang bersangkutan meminta untuk tidak menceritakan ke publik dalam waktu sekarang ini.

Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bersama sejumlah veteran melakukan tabur bunga di Taman Makam Nasional Umum Kalibata, Rabu (30/9/2020)
Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bersama sejumlah veteran melakukan tabur bunga di Taman Makam Nasional Umum Kalibata, Rabu (30/9/2020) (Warta Kota/Feryanto Hadi)

"Yang lebih substantif adalah dia mengatakan ada tugas negara yang diperintahkan presiden (Jokowi) kepadanya yang belum dia selesaikan," ujar Refly Harun.

"Dia merasa bahwa tidak enak untuk datang, hanya masalahnya untuk alasan ketiga ini dia wanti-wanti untuk rahasia katanya," jelasnya.

"Ketika dia menjadi panglima TNI. Mungkin nanti suatu saat diungkapkan sendiri kepada presiden, kepada menteri atau kepada siapapun oleh Pak Gatot."

Lebih lanjut, terlepas dari tiga alasan yang sudah disampaikan oleh Gatot, Refly Harun mengaku mempunyai pandangan tersendiri.

Baca juga: Harga Emas Antam dan UBS Kamis 12 November 2020 di Pegadaian, Stagnan atau Bakal Turun Lagi?

Baca juga: Lowongan Kerja PT Pelayanan Energi Batam, Anak Perusahaan PT PLN untuk Lulusan SMA/SMK Hingga S1

Baca juga: Sehari di Indonesia, Habib Rizieq Diadang Kasus Lama, Henry Yosodiningrat Datangi Polda Metro Jaya

Dikatakannya tidak bisa dipungkiri bahwa ada rasa dilema dari Gatot untuk menerima penghargaan tersebut.

Karena di satu sisi, saat ini posisi Gatot Nurmantyo sudah berada di opsisi setelah bergabung dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

"Kita juga harus membacanya, tentu ada dilema bagi seorang Gatot Nurmantyo untuk datang dan menerima bintang jasa itu, walaupun itu hak dia sebagai mantan panglima TNI yang juga diberikan mantan Panglima TNI lainnya," kata Refly Harun.

"Tapi timing itu bukan hanya timing soal November saja, tetapi ketika dia berada di pihak katakanlah oposisi misalnya, itu yang membuat dilema," pungkasnya.

Simak pernyataan Refly Harun dalam video berikut ini:

Penuturan Mahfud MD

Menteri Koordinator Bidang Polhukam Mahfud MD mengatakan dari 71 penerima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan terdapat sejumlah orang yang tidak hadir, satu di antaranya Gatot Nurmantyo.

"Presiden pada hari ini telah menyerahkan secara resmi Bintang Mahaputra dan Bintang Jasa kepada sekian banyak orang tadi. Dari sekian yang dianugerahi bintang Mahaputra itu ada yang tidak hadir yaitu bapak Gatot Nurmantyo," kata Mahfud MD di Istana Negara, Rabu,(11/11/2020).

Menurut Mahfud MD, Gatot Nurmantyo menyampaikan surat kepada Presiden Jokowi atas ketidakhadirannya itu.

Salah satu alasan ketidakhadiran Gatot yakni adanya Pandemi Covid-19.

"Beliau tidak bisa hadir karena beberapa alasan. Pertama karena ini suasana Covid-19," kata dia.

Baca juga: Nilai LPPD Kota Jambi 8 Besar Tertinggi Nasional, Fasha Kembali Tuai Apresiasi Pemerintah Pusat

Baca juga: DAFTAR Nama Bayi Laki-laki Islami, Rajin Beribadah dan Mendapat Kemuliaan, 3 Kata Dari Awalan A-Z

Baca juga: Sejarah Hari Ayah Nasional 12 November, Apa Bedanya dengan Fathers Day?

Menurut Mahfud MD dalam suasana Covid-19, pemberian Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan disepakati dua kloter.

Tidak seperti kondisi normal pemberian Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dilakukan pada bulan Agustus dalam peringatan HUT RI.

"Yang separuh bulan Agustus, yang separuh sekarang sehingga suasana Covid-19 terpenuhi standarnya," katanya.

Surat Gatot Nurmantyo

Mahfud MD pun mengungkap bila Gatot Nurmantyo mengirim surat terkait ketidakhadirannya di Istana Negara.

Dalam suratnya tersebut Gatot Nurmantyo mau menerima pemberian Bintang Mahaputera namun tidak bisa hadir.

"Tadi dalam suratnya pak Gatot Nurmantyo itu menyatakan menerima, menerima pemberian bintang jasa ini tetapi beliau tidak bisa hadir karena beberapa alasan," kata Mahfud MD di Istana Negara.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (KOMPAS.com/ANDI HARTIK)

Dalam surat tersebut menurut Mahfud MD, Gatot Nurmantyo menuliskan bahwa tidak bisa hadir dalam acara penganugerahan karena masih dalam suasana pandemi Covid-19.

"Beliau tidak bisa hadir karena beberapa alasan. Pertama karena ini suasana Covid-19," kata dia.

Hal senada disampaikan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Ia mengatakan bahwa Gatot tidak bisa hadir karena suasana Covid-19.

"Mungkin isinya beberapa beliau tidak setuju karena kondisi Covid-19 dan beliau harus memberi pehatian kepada TNI, di suratnya seperti itu. Itu hak beliau," kata Heru.

Baca juga: Misteri Calon Suami Luna Maya, Pria Jepang Seperti yang Digosipkan? Mbak Bulan Menikah Tahun Depan

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN PT Nindya Karya, Terakhir Daftar Hari Ini 12 November 2020

Baca juga: Mata Najwa Tadi Malam Seru: Ini Penyebab Djoko Tjandra Nangis di Sidang Jaksa Pinangki, Dibongkar

Meski begitu, menurut Mahfud MD, tanda kehormatan Bintang Mahaputera tersebut akan tetap dikirim kepada Gatot Nurmantyo melalui sekretaris militer Presiden.

"Oh ya nanti dikirim melalui sekretaris militer. Beliau kan mengatakan di sini ya apa namanya beliau menyatakan menerima ini sehingga hanya tidak bisa hadir penyematannya," katanya.

Berbeda, disampaikan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Menurut Heru karena Gatot tidak hadir dalam acara penyematan maka tanda kehormatan Binta Mahaputera akan dikembalikan ke Negara.

"Tidak. Jadi kalau ga hadir ya mungkin tanda jasanya diserahkan ke negara lagi," ujarnya.

Artikel ini sudah tayang di Tribun Wow dengan judul Soal Ketidakhadiran Gatot ke Istana, Refly Harun: Ada Tugas dari Jokowi yang Belum Terselesaikan 

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved