Berita Bungo

6 Ekskavator Beroperasi di Pelepat Bungo, Warga Resah Tragedi PETI Terulang, Tunggu Reaksi Aparat

Alat berat beroperasi di Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo yang diduga untuk aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/darwin sijabat
Alat berat beroperasi di Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo yang diduga untuk aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Alat berat beroperasi di Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo yang diduga untuk aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo sepertinya tak ada jeranya.

Sebab berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat tiga unit eksavator beroperasi di wilayah itu.

Setelah sebelumnya dilakukan razia besar-besaran oleh tim gabungan aparat keamanan, pemerintah daerah dan bahkan masyarakat untuk memberhentikan aktifitas yang merusak lingkungan itu.

Nyaris tanpa kabar, kini ekskavator yang diduga untuk aktifitas PETI itu kembali masuk ke wilayah melakukan penambangan.

Baca juga: 2 Rekor Muri di Hari Pahlawan untuk RS Covid Wisma Atlet Kemayoran

Baca juga: Pemerintah Hanya akan Beri Vaksin Covid-19 Gratis untuk 60 Juta Orang

Baca juga: Akhir Tahun 2020, 6 Zodiak Ini Diramal Sukses dan Kaya Raya, Cek Zodiak Kamu!

Salah satu warga Kecamatan Pelepat, inisial SR saat dimintai keterangan membenarkan adanya alat berat jenis ekskavator kembali beroperasi di wilayah dusunnya.

Bahkan untuk jumlah alat berat yang masuk ke lokasi tersebut tidak hanya satu unit namun sudah mencapai tiga unit.

"Setelah kami lakukan pengecekan, ternyata memang sudah ada tiga unit alat berat jenis ekskavator yang kembali masuk dan menambang di wilayah kami," ujarnya.

SR juga menyebutkan bahwa alat berat yang masuk ke wilayah Dusun Batu Kerbau tersebut diduga masuk dari Wilayah Ngaol, Kabupaten Merangin, Jambi.

Dia mengungkapkan, dengan adanya aktifitas ilegal itu membuat masyarakat sangat resah, sebab sangat mengganggu. 

Dia khawatir tragedi kerusuhan yang mengorbankan masyarakat seperti beberapa waktu lalu dapat kembali terjadi.

Dari informasi yang didapat dari warga, aktifitas PETI menggunakan alat berat ini sudah berjalan selama dua minggu terakhir. 

Bahkan, aktifitas ini sudah dilaporkannya ke intansi terkait oleh warga untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

Namun hingga saat ini belum mendapat tindakan dari pihak yang berwajib.

"Kami sudah melayangkan surat kepada instansi terkait seperti Dinas LH, Camat, Kodim 0416 Bute dan Pihak Kepolisian, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya," tandasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved