Rabu, 6 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sejarah Partai Masyumi Ternyata Pernah Dibubarkan Presiden Soekarno, Kini Harus Dikemas Ulang

Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute Karyono Wibowo mengatakan, para pendiri Masyumi reborn harus bisa mengemas ulang Partai Masyumi.

Tayang:
Editor: Rohmayana
ist
Partai Masyumi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Beberapa hari lalu Partai Masyumi sudah dideklarasikan kembali, sejumlah tokoh menghidupkan partai ini kembali. 

Namun sejarahnya Partai Masyumi sempat dibubarkan oleh Presiden Soekarno.

Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute Karyono Wibowo mengatakan, para pendiri Masyumi reborn harus bisa mengemas ulang Partai Masyumi.

"Perlu dikemas ulang, disesuaikan dengan dinamika politik yang terjadi sekrang ini," kata dia kepada Tribunnews, Minggu (8/11/2020).

Baca juga: LPSDK Ketiga Paslon Pilkada Batanghari Tak Ada yang Mencapai Rp 1 Miliar

Baca juga: Berikut Dampak Negatif dan Positif Kepulangan Habib Rizieq Shihab Bagi Pemerintahan Jokowi-Maruf

Baca juga: Luna Maya Kabarnya Akan Menikah Tahun Depan, Siapa Pria yang Ajak Luna Maya ke Pelaminan?

Menurut dia, kejayaan Masyumi pada masa lalu, belum tentu bisa dibawa pada masa sekarang.

Oleh karena itu, perlu adanya rebranding partai.

"Membawa brand Masyumi dengan harapan mendapatkan dukungan para simpatisan Masyumi, khususnya Umat Islam."

"Tapi masa kejayaan masa lalu belum tentu terjadi sekarang, karena situasinya berbeda," tuturnya.

Perjuangan Partai Masyumi, menurut Karyono, cukup berat untuk dapat lolos ke parlemen.

Baca juga: Motor Matik Bekas Rp 7 Jutaan - Yamaha Mio Soul, Honda BeAt, Honda Vario

Apabila menyasar pemilih muslim, Partai Masyumi harus bersaing dengan partai-partai yang sudah lebih dulu hadir, mulai dari PKB, PKS, PAN, dan lainnya.

"Partai Masyumi akan memperebutkan ceruk pasar yang sama dengan partai-partai yang sudah established, jadi sangat berat," ulasnya.

Belum lagi, kata Karyono, peta pemilih sejak 1955 sampai 2019, mayoritas pemilih partai-partai nasionalis merupakan pemilih muslim, karena inheren dengan mayoritas warga Indonesia yang beragama Islam.

Baca juga: IDI Jambi Tekankan Upaya Bersama, Penanganan Covid-19 Tidak Bisa One Man Show

Mulai dari PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, dan lainnya yang mayoritas pemilihnya adalah pemilih muslim.

"jadi Partai Masyumi harus bekerja keras, belum lagi apabila PT (parlementary treshold) nya dinaikkan jadi 4 persen, akan sangat berat," paparnya.

Karyono mengatakan, agar dapat bertahan dan bersaing, Partai Masyumi harus memiliki tokoh yang dapat menjadi magnet pemilih.

Baca juga: Gadis Cianjur Penjaga Warung Kopi Mirip Anya Geraldine, Ditongkrongi Pemuda Hingga Malam

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved