Buntut Katai Presiden Tidak Paham Pancasila di ILC, Rocky Gerung Habis Diserang Pendukung Jokowi

Gara-gara bahas UU ITE di acara ILC TV One, pengamat politik Rocky Gerung diserang para pendukung Jokowi.

kolase
Rocky Gerung dan Presiden Jokowi 

Buntut Katai Presiden Tidak Paham Pancasila di ILC, Rocky Gerung Habis Diserang Pendukung Jokowi

TRIBUNJAMBI.COM -- Gara-gara bahas UU ITE di acara ILC TV One, pengamat politik Rocky Gerung diserang para pendukung Jokowi.

Awalnya, Rocky Gerung menjelaskan soal kekebasan berpendapat. Ia kemudian memberi contoh dengan menyebut Presien Joko Widodo tidak paham Pancasila.

Kontan Rocky Gerung mendapatkan perlawanan sengit saat menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak paham Pancasila.

Menurut Rocky, kebebasannya dalam berpendapat telah direnggut.

Akademisi yang dikenal kontra dengan pemerintah ini mengatakan, apa yang disampaikannya tidak bisa dinilai sebagai ujaran kebencian.

Baca juga: Donald Trump Tak Mau Tinggalkan Gedung Putih, Joe Biden Akan Kerahkan Militer untuk Mengusirnya

Ia menilai ucapannya adalah murni bentuk penilaian tanpa menjurus pada penghinaan.

Hal itu disampaikan Rocky saat hadir dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang pada Selasa (3/11/2020).

Mulanya, Rocky memberikan pandangan terkait kebebasan beropini dan kritik terhadap pemerintah.

Ia menyinggung mengenai Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

ILC TV One - Serunya ILC TV One Semalam Rocky Gerung Dikeroyok Jubir Jokowi Fadjroel Rahman dan Kapitra Ampera, Pemerintah Dituduh.
ILC TV One - Serunya ILC TV One Semalam Rocky Gerung Dikeroyok Jubir Jokowi Fadjroel Rahman dan Kapitra Ampera, Pemerintah Dituduh. (tangkapan layar Youtube ILC)

Rocky Gerung beranggapan bahwa kebebasan berpendapat di era sekarang mengalami ketidakadilan.

Rocky lantas mencontohkan dirinya sendiri saat dilaporkan karena mengkritik Jokowi.

"Soal kritik kepada presiden, suatu waktu saya bilang begini 'presiden tidak paham Pancasila', lalu saya dilaporkan ke polisi," ujar Rocky Gerung.

Baginya, itu adalah keputusan berdasar analisis yang dilihatnya, sehingga tidak semestinya disalahkan.

Baca juga: Donald Trump Minta Perhitungan Suara Diulang, Demokrat: Joe Biden Tak Bisa Lagi Digoyang

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved