Berita Merangin
Diamankan Diduga Curi Motor, Puluhan Warga SAD Datangi Mapolres Merangin, Minta Rekannya Dibebaskan
Penangkapan dua warga Suku Anak Dalam (SAD) oleh Satreskrim Polres Merangin berbuntut panjang. Setelah dilakukan mediasi beberapa waktu lalu
Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Penangkapan dua warga Suku Anak Dalam (SAD) oleh Satreskrim Polres Merangin berbuntut panjang.
Setelah dilakukan mediasi beberapa waktu lalu, tetap menemukan jalan buntu.
Warga SAD tetap tidak terima jika ada diantara mereka yang diamankan di mapolres Merangin.
Hari ini, Senin (2/11) puluhan warga SAD yang berasal dari Bukit Beringin Kecamatan Bangko barat mendatangi Mapolres Merangin.
Baca juga: BREAKING NEWS: Polda Jambi Ringkus 4 Pembakar Motor Polisi Saat Aksi Omnibus Law, Ini Identitasnya
Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Vagetoz Judul Saat Kau Pergi Lengkap dengan Download MP3 di Handphone
Baca juga: SUNGGUH TEGA Wanita Pendaki Gunung Ditinggal Tujuh Rekannya Dalam Keadaan Sakit
Mereka meminta pihak Polres untuk melepaskan rekannya yang diamankan.
Beberapa waktu lalu, warga mengamankan dua orang warga SAD yang tengah mencuri sepeda motor.
Setelah diamankan warga menyerahkan keduanya ke Mapolres Merangin.
Satu dari dua orang tersebut usianya dibawah 17 tahun dan dikategorikan anak-anak, sementara rekannya berusia sekitar 18 tahun.
Karena satu diantara mereka anak-anak, sesuai dengan peraturan yang berlaku dia harus menjadi tahanan luar sebelum berkas perkaranya naik ke kejaksaan.
Sementara satu orang yang lagi tetap di dalam sel Mapolres Merangin.
Tak terima ada yang ditahan dan ada yang dilepas, keluarga mengamuk dan mendatangi Polres Merangin.
Mereka meminta keadilan, jika dilepas satu maka keduanya harus dilepaskan, begitu juga sebaliknya jika ditahan satu maka keduanya harus ditahan.
Sekitar pukul 11.30 WIB puluhan warga SAD mendatangi Mapolres Merangin.
Dengan mengendarai puluhan sepeda motor mereka mendesak agar polisi melepaskan warganya tersebut.
Terlihat situasi di polres Merangin siaga satu, bahkan aktifitas pelayanan di polres Merangin menjadi terganggu akibat adanya ulah warga sad yang datang ke polres merangin.
Informasi dihimpun, mereka yang datang hendak menjebol pintu sel tahanan dengan perlengkapan yang mereka miliki. Permintaan hanya satu, yaitu membebaskan rekannya itu.
Dalam rombongan tersebut terdapat temenggung, orangtua dari pelaku yang diamankan dan rekannya yang lain.
Puluhan SAD tersebut ditenangkan oleh Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy P. Mereka diajak berdiskusi disebuah ruangan di Mapolres Merangin.
Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy P usai menemui mereka menyebut jika kedatangan SAD ini hanya untuk meminta kepastian keluarganya yang ditahan.
"Gak ada penyerangan tapi mereka mau minta kepastian keluarganya yang ditahan," kata Andy.
Kedatangan puluhan warga SAD ini karena terjadi miskomunikasi.
Di mana mereka meminta kesamaan proses hukumnya.
"Sedikit miskomunikasi saja, tapi sudah kita temui bersama," imbuhnya.
"Solusinya proses hukumtetap lanjut tapi di infokan setiap perkembangan saja," pungkasnya.
(tribunjambi/muzakkir)
Baca juga: PROMO Superindo 2 November Diskon 15% Daging Sapi, Harga Spesial Nugget Hingga Buah 40%
Baca juga: Belum Jadi Istri, Nathalie Holscher Buat Sule Kesal, Gegara Bawa Botol Racun: Mau Bikin Drama Apa?
Baca juga: Lengkap Daftar Harga HP Samsung Terbaru 3 November 2020, dari Harga Rp 1 Jutaan hingga HP Flagship
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/kapolres-merangin-berdiskusi-bersama-sad.jpg)