Jokowi Mendadak Galak, Sikap Kerasnya Muncul Gegara Presiden Macron Lukai Perasaan Umat Islam
Indonesia mengambil sikap tegas atas pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyinggung umat Islam.
Selain itu, mereka juga menginjak gambar Presiden Macron lalu merobek-robeknya.
Pedemo juga membawa poster yang isinya mendukung aksi Anzorov, "Syahid Abdullah Abdullah Anzorov".
Selain itu, para pengunjuk rasa juga mengajak masyarakat memboikot produk-produk dari Perancis.
Terlihat, pengunjuk rasa membawa tas sandang lalu merusaknya dengan pisau.
"Kami rela mati demi Rasulullah," teriak salah seorang pengunjuk rasa sambil membanting dan menginjak tas warna merah marun.
Baca juga: Umat Muslim Belanda Marah Besar, Presiden Prancis Emmanuel Macron Disebut Teroris Terbesar di Bumi
Seorang pengunjuk rasa yang dikenal sebagai Bunda Roni mengatakan, mereka tidak rela Rasulullah dihina.
"Zaman ini kami mendengarnya (penghinaan), dan bagi kami itu penghinaan yang paling berat. Ayah kita saja dihina kita tak terima. Bagi kami tidak ada cara lain. Hanya inilah yang bisa kami lakukan," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, pernyataan Presiden Macron dinilai telah menghina agama Islam dan mendiskreditkan Muslim dengan mengaitkannya dengan tindakan terorisme.
Dia juga menyatakan tidak akan melarang penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW, hal yang sangat ditentang umat Islam.
Macron menyampaikan pernyataannya menyusul pembunuhan terhadap Samuel Paty, seorang guru yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW, kepada siswanya.
Dia dipenggal remaja Muslim keturunan Chechnya yang berusia 18 tahun, Abdullah Anzorov, yang kemudian ditembak mati polisi.(*)
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Dikenal Kalem Tapi Jokowi Bersikap Tegas ke Perancis, Ini Kata-kata RI-1 Kecam Keras Presiden Macron.