Kamis, 11 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

VIDEO: Kasus Covid-19 di Eropa Kembali Melonjak, Rumah Sakit Kewalahan Tampung Pasien

Sistem perawatan kesehatan di Eropa terancam kewalahan menghadapi pandemi Covid-19 jika negara-negara Uni Eropa tidak segera mengambil tindakan.

Tayang:
Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM - Sistem perawatan kesehatan di Eropa terancam kewalahan menghadapi pandemi Covid-19 jika negara-negara Uni Eropa tidak segera mengambil tindakan.

Hal itu disampaikan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Kamis (29/10/2020).

Dia menyampaikan hal itu kepada para pemimpin Uni Eropa melalui konferensi video untuk membahas perkembangan pengujian Covid-19.

Yang dibahas di antaranya strategi vaksinasi, serta meningkatkan koordinasi dalam memerangi lonjakan jumlah infeksi di seluruh benua.

Baca juga: Empat ASN Batanghari dan 1 Honorer Melanggar Aturan Pilkada, Dilaporkan oleh Bawaslu

Baca juga: LIVE STREAMING Besok KPU Provinsi Jambi Gelar Simulasi Pemungutan Penghitungan Suara

Baca juga: Satgas Covid Langsung Peringatkan! Malam Hari Masyarakat Paling Sering Langgar Protokol Kesehatan

Von der Leyen mengatakan bahwa Uni Eropa telah menyediakan anggaran 220 juta euro (Rp 3,52 triliun) untuk segera memindahkan pasien Covid-19 melintasi perbatasan untuk perawatan di negara anggota lainnya.

Dia mengatakan sedang mengintensifkan upaya untuk mendapatkan vaksin potensial.

Uni Eropa sekarang sedang dalam pembicaraan dengan empat perusahaan untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Mereka juga telah menandatangani kesepakatan pasokan dengan tiga lainnya termasuk AstraZeneca, Sanofi dan Johnson & Johnson.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1,3 juta kasus virus corona baru dikonfirmasi di Eropa sepanjang pekan lalu.

Banyak rumah sakit di sana mulai kewalahan menerima pasien Covid-19.

Ketika Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol menerapkan lock down parsial, 27 pemimpin Uni Eropa merasa perlu untuk mengadakan pembicaraan mendesak.

"Saya mengerti betapa lelah dan khawatirnya setiap orang, tetapi sekaranglah waktunya untuk bersabar, tekad, dan disiplin bagi kita semua," kata von der Leyen.

Koordinasi yang lebih baik

Seruan untuk koordinasi yang lebih baik antara negara-negara anggota semakin kencang.

Para pemimpin ingin menghindari adanya perpecahan yang membayangi blok ketika pandemi pertama kali muncul, di mana mereka saling bersaing untuk mendapatkan pasokan peralatan medis yang seketika langka di pasaran.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved