Jumat, 15 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tonton VIDEO Dampak Kedahsyatan Bencana Nuklir Chernobyl

Chernobyl terletak di sebuah kota kecil, Pripyat yang berada di Ukraina yang pada waktu itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet.

Tayang:
Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM - Chernobyl terletak di sebuah kota kecil, Pripyat yang berada di Ukraina yang pada waktu itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet.

Pembangunan pembangkit itu dimulai pada akhir 1970-an dengan rencana memiliki empat reaktor nuklir yang masing-masing mampu menghasilkan 1.000 megawatt.

Pada tahun 1983, empat reaktor telah selesai, dan penambahan dua reaktor lainnya direncanakan pada tahun-tahun berikutnya.

Berbagai metode pengujian dan pengamatan dilakukan pada empat reaktor agar mampu memberikan tenaga listrik yang sesuai rencana.

Baca juga: Daftar 54 Zona Oranye yang Dievaluasi Satgas Covid-19

Baca juga: Resign dari Pekerjaan di Jakarta, Hanifah Bangun Usaha Kuliner Nasi Goreng Kambing di Sarolangun

Baca juga: Detik-detik Acara Deklarasi KAMI Jambi Dibubarkan, Gatot Nurmantyo Gagal Sampaikan Pidato

Pada 26 April 1986, sebuah reaktor di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, di Uni Soviet, meledak.

32 tahun setelah peristiwa tersebut, wilayah Chernobyl menjadi ‘kota mati’ yang memiliki daya tarik wisata.

Kronologi

Setelah pembangunan selesai, beberapa teknisi mulai melakukan pengujian terhadap beberapa reaktor di pembangkit nuklir ini.

Ilustrasi dampak ledakan bom nuklir
Ilustrasi dampak ledakan bom nuklir (ist)

Namun, pengujian yang dilakukan tak sesuai dengan yang diharapkan semua orang.Kecerobohan teknisi dalam pengecekan turbin menyebabkan reaktor tak stabil.

Pada pukul 01.30 waktu setempat, sebuah alarm berbunyi berbunyi di Chernobyl ketika para petugas sedang melakukan pengujian.

Panel kontrol menandakan terjadi krisis besar di reaktor nomor empat.

Terjadi lonjakan energi secara tiba-tiba yang membuat reaktor terlalu panas dan akhirnya meledak.

Beberapa detik kemudian, ledakan terjadi dan menyebabkan kebakaran pada atap reaktor nomor 3.

Sistem keamanan otomatis tak bisa bekerja maksimal ketika itu.

Diperkirakan, daya ledak yang dihasilkan setara dengan 500 bom nuklir.Saat udara tersedot ke dalam reaktor yang hancur, itu memicu gas karbon monoksida yang mudah terbakar.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved