Breaking News:

Dua Daerah di Provinsi Jambi Ini Jadi Perhatian, Rawan Banjir dan Longsor

Lanjutnya, dari hasil prediksi dari BMKG Provinsi Jambi, curah hujan di wilayah Jambi bagian Barat sangat tinggi. Sehingga potensi tanah longsor dan b

Penulis: Zulkipli | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Zulkifli
Dua Daerah di Provinsi Jambi Ini Jadi Perhatian, Rawan Banjir dan Longso 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Memasuki musim hujan, ada dua daerah di Provinsi Jambi yang menjadi perhatian pemerintah. Yakni Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, pasalnya di kabupaten tersebut kerap terjadi banjir dan longsor.

"Karena di sana ada juga aliran sungai batang hari, selain itu juga daerah perbukitan," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi Ibnu Sulistyo, Senin (26/10/2020).

Lanjutnya, dari hasil prediksi dari BMKG Provinsi Jambi, curah hujan di wilayah Jambi bagian Barat sangat tinggi. Sehingga potensi tanah longsor dan banjir sangat cepat terjadi.

"Tingginya curah hujan ini bisa mencapai 20 persen hingga 40 persen, ditambah dengan adanya La Nina yang terjadi di Indonesia, curah hujan semakin tinggi," jelasnya.

Baca juga: KLHK Pastikan Pembangunan Proyek Wisata di Taman Nasional Komodo Dianggap Tak Membahayakan

Baca juga: Begini Edukasi Karantina dan Isolasi Mandiri Versi Humas Pemkot Jambiv

Baca juga: Kisah Cinta Vicy Melanie saat Kevin Aprilio Punya Utang Rp 17 Miliar, Pantas Saja Nempel Terus

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni mengatakan, dengan status kesiapsiagaan bencana hidrometeolorogi ini, pihaknya akan mengerahkan personel ke wilayah rawan bencana.

Namun, untuk saat ini personel belum bisa di kerahkan, pasalnya pihaknya menunggu hingga 10 November mendatang untuk melihat situasi dan cuaca.

"Jika curah hujan sudah tinggi, maka kita akan naikkan statusnya lagi menjadi siaga bencana hidrometeolorogi," kata dia.

Kemudian untuk saat ini, masih melakukan kesiapan dengan mengecek personel dan peralatan serta logistik.

Kemudian, saat ini pihaknya masih menunggu peralihan musim yang akan terjadi di Provinsi Jambi. Khususnya musim hujan.

"Kesiapsiagaan ini belum ada potensi yang terjadi, berbeda dengan status siaga, personel langsung di turunkan langsung," tambahnya.

Sementara saat ini pihaknya hanya menyediakan, 7 kapal untuk evakuasi dan patroli di wilayah perairan.

Untuk saat ini, di BPBD Provinsi Jambi dan posko pemantauan air sudah tersedia satu unit kapal Both, kapal amfibi, dan kapal evakuasi yang baru.

Kemudian juga ada 2 kapal patroli. Menurutnya, untuk saat ini belum ada perbantuan kapal dari BNPB pusat, karena saat ini Provinsi Jambi belum masuk dalam siaga hidrometeorologi.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved