Dengan Segudang Pengalaman dan Prestasi, Pasangan ASN Ini Sukses Lahirkan Atlet Tanjabtim Disegani
Sukses meniti karir sebagai seorang atlet sejak puluhan tahun lalu, sepasang suami istri PNS ini, kini fokus menjadi pelatih atlet cabor atletik Tanja
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rahimin
Laporan wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Sukses meniti karir sebagai seorang atlet sejak puluhan tahun lalu, sepasang suami istri PNS ini, kini fokus menjadi pelatih atlet atletik Tanjung Jabung Timur
Mereka adalah pasangan Suami dan Istri Suratmin S.pd (57) dan istrinya Tismia S.pd (56).
Pada masa 80 an pasangan ini sing berkolaborasi dan meraih kejuaraan. Dari berbagai ajang tingkatan perlombaan cabor atletik.
Awal mula pasangan atlet ini berkecimpung di dunia atletik, sejak sama sama sejak mengenyam di bangku pendidikan SMP tahun 80 an hingga puncak karir pada 1985.
Tismia kepada tribunjambi.com menuturkan, awal mula menjadi atlet resmi pada 1982 - 1985 dan bergabung dengan salah satu klub di jambi khusus atlet jambi.
Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Risalah Hati - Dewa 19, Aku Bisa Membuatmu
Baca juga: BREAKING NEWS Gempa Kecil Terjadi di Merangin, Masyarakat Diminta Siaga Informasi Gempa
Baca juga: Usai Pakai Sabu, Brigadir AS Ditangkap Warga, Kini Mendekam Dalam Tahanan Propam
Bersama klub tersebut beragam ajang mulai di jabani, satu diantaranya dalam pekan olahraga daerah (Porda) dan menjadi andalan untuk lari jarak menengah, dan nyaris selalu menyabet juara satu. Suami istri ini juga selalu jadi andalan.
"Banyak ajang yang sudah kita ikuti, baik di tingkat lokal sesumatra bahkan Nasional. Namun, paling banyak meraih podium 1 dan 2 itu paling banyak saat mengikuti ajang di sumsel," katanya.
"Puncak puncak karir kita itu di tahun 85. Hingga prestasi tertinggi kita itu di porwil tahun 84 mendapat mendali perak," sambungnya.
Dari pasangan atlet tersebut, karir apik justru lebih ditorehkan oleh Tismia (istri). Di mana, Tismia sendiri tingkatannya lebih tinggi dan tembus ke ajang PON 11 tahun 85, namun sayang pada ajang tersebut gagal mendapatkan hasil maksimal karena sakit.

"Meski gagal namun dapat tembus mengikuti PON sudah sesuatu capaian yang luar biasa," ujar Tismia yang juga sebagai Ketua PASI Tanjabtim.
Dijelaskannya, terakhir mengikuti ajang perlombaan pada tahun 85, baru selanjutnya suami istri ini lebih fokus untuk menjadi pelatih atlet.
Sebelum pensiun sebagai atlet Tismia sempat ikut Lomba atletik, lempar lembing, tolak peluru, estaped di Kerinci pada 2006 lalu.
Baca juga: Usai Pakai Sabu, Brigadir AS Ditangkap Warga, Kini Mendekam Dalam Tahanan Propam
Baca juga: Jika Terpilih Jadi Gubernur, Fachrori Umar Janji Akan Beri Insentif Guru Ngaji dan Pegawai Syarak
Baca juga: Mabes Polri Nilai Kompol IZ Pantas Diganjar Hukuman mati, Ditembak Saat Ditangkap Bawa Sabu 16 Kg
Pada ajang tersebut, peserta lainnya justru diikuti atlet atlet junior yang usianya jauh darinya. Meski kalah usia dan kebugaran, Tismia yang juga merupakan seorang guru ini berhasil menyabet mendali perak dari tiga cabor yang diikutinya dalam ajang tersebut.
Saat ini pasangan atlet andalan Tanjabtim tersebut, fokus menjadi pelatih atletik khusus umum baik kelas senior ataupun Junior. Tercatat saat ini ada 16 anak didik cabor atletik yang digemblengnya dengan fasilitas dan peralatan seadanya.