Mengapa Gus Nur Ditangkap Polisi Usai Diundang Refly Harun, Sang Anak Cerita Tengah Malam Ada Orang
Gus Nur diduga menyebarkan ujaran kebencian dan melecehkan NU dalam video wawancaranya bersama Refly Harun.
Mengapa Gus Nur Ditangkap Polisi Usai Diundang Refly Harun, Sang Anak Cerita Tengah Malam Ada Orang
TRIBUNJAMBI.COM - Anak Sugi Nur Raharja alias Gus Nur menceritakan kronologi penangkapan ayahnya pada Sabtu (24/10/2020) dini hari.
Gus Nur diduga menyebarkan ujaran kebencian dan melecehkan Nahdlatul Ulama (NU) dalam video wawancaranya bersama Refly Harun.
Tayangan itu diunggah di akun Youtube pribadi milik Refly Harun.
Gus Nur ditangkap di kediamannya di Jalan Cucak Rawun Raya 15L No 6 RT 2 RW 14 Kelurahan Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pada Sabtu (24/10/2020) sekitar pukul 00.00 WIB.
Putra kedua Gus Nur, Muhammad Munjiat (21) mengungkapkan kronologi penangkapan yang dilakukan oleh tim Bareskrim Mabes Polri.
"Jadi sebelum kejadian penangkapan tersebut, pada Jumat (23/10/2020) malam Abi sempat mengisi ceramah di daerah Kedungkandang, Kota Malang. Abi berangkat dari rumah sekitar ba'da isya lalu pulang sampai ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB," ujarnya saat ditemui oleh TribunJatim.com, Sabtu (24/10/2020).

Usai sampai di rumah, Gus Nur beristirahat dan melakukan bekam.
Dan saat melakukan bekam, pada Sabtu (24/10/2020) sekitar pukul 00.00 WIB, pagar rumah Gus Nur tiba tiba diketuk oleh seseorang.
"Akhirnya saya datang ke pintu pagar, untuk melihat siapa orang yang mengetuk pintu pagar tersebut . Ternyata di luar, terdapat sebanyak lima mobil dan 30 orang. Pria yang mengetuk pintu pagar itu kemudian mengaku berasal dari Bareskrim Mabes Polri Jakarta," jelasnya.
Lalu dirinya pun membukakan pintu pagar rumah. Kemudian mempersilahkan duduk anggota Bareskrim Mabes Polri tersebut di teras rumah.
Baca juga: Gus Nur Disebut Ustadz Keblinger, Ditangkap Setelah Muncul di YouTube, GP Anshor: Polisi Luar Biasa
Namun ternyata tim dari Bareskrim Mabes Polri tidak ingin duduk, dan berdiri menunggu semua di pintu depan rumah.
"Kemudian salah satu anggota mereka menunjukkan surat penangkapan dan penggeledahan. Mereka langsung memggeledah dan mengambil beberapa barang dari dalam rumah. Setelah itu Abi diminta ikut mereka ke Jakarta sambil membawa beberapa stel pakaian ganti," jujurnya.
Gus Nur pun bersikap kooperatif kepada tim dari Bareskrim Mabes Polri. Gus Nur kemudian dibawa oleh tim tersebut, masuk ke dalam sebuah mobil Toyota Innova berwarna hitam. Dan kemudian langsung dibawa menuju ke Jakarta.
Dirinya mengungkapkan bahwa barang rumah yang diambil oleh Bareskrim Mabes Polri, semuanya merupakan barang elektronik.