Breaking News:

Tak Mau Terjebak, Jokowi Terang-terangan Tolak Tawaran Amerika Soal Pesawat Mata-mata P-8 Poseidon

Pemerintah Indonesia menolak tawaran Amerika Serikat terkait pesawat mata-mata P-8 Poseidon.

Editor: Teguh Suprayitno

Tak Mau Terjebak, Jokowi Terang-terangan Tolak Tawaran Amerika Soal Pesawat Mata-mata P-8 Poseidon

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Indonesia menolak tawaran Amerika Serikat terkait pesawat mata-mata P-8 Poseidon.

Empat pejabat senior Indonesia yang menjadi sumber Reuters mengungkapkan, Indonesia menolak proposal Amerika Serikat untuk mengizinkan pesawat pengawas mata-mata maritim P-8 Poseidon mendarat dan mengisi bahan bakar di Indonesia.

Menurut para pejabat yang menolak namanya disebut, pejabat AS melakukan sejumlah pendekatan "tingkat tinggi" pada Juli dan Agustus kepada menteri pertahanan dan menteri luar negeri Indonesia.

Namun akhirnya Presiden Indonesia Joko Widodo, menolak permintaan tersebut.

Sumber Reuters juga bilang, proposisi yang muncul di tengah persaingan sengit AS dan China untuk mendapatkan pengaruh di Asia Tenggara, mengejutkan pemerintah Indonesia.

Poseidon, pesawat pemburu kapal selam dipamerkan dalam ajang Paris Air Show 2019 di Le Bourget, Paris, Prancis, Selasa (18/6/2019). Pesawat ini menjadi andalan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menetralisir ancaman kapal selam yang beroperasi dari dalam laut. Pameran kedirgantaraan Paris Air Show 2019 berlangsung 17-23 Juni 2019.
Poseidon, pesawat pemburu kapal selam dipamerkan dalam ajang Paris Air Show 2019 di Le Bourget, Paris, Prancis, Selasa (18/6/2019). Pesawat ini menjadi andalan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menetralisir ancaman kapal selam yang beroperasi dari dalam laut. Pameran kedirgantaraan Paris Air Show 2019 berlangsung 17-23 Juni 2019. (Tribunnews/Malvyandie Haryadi)

Pasalnya, Indonesia sudah menerapkan kebijakan luar negeri netralitas sejak lama.

Dengan demikian, Indonesia tidak pernah mengizinkan militer asing beroperasi di sini.

P-8 memainkan peran sentral dalam mengawasi aktivitas militer China di Laut China Selatan, yang sebagian besar diklaim oleh Beijing sebagai wilayah kedaulatan.

Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei memiliki klaim tandingan atas perairan kaya sumber daya tersebut, yang merupakan jalur perdagangan senilai US$ 3 triliun setiap tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved