Berita Batanghari

Stok Racun Keong Mas Menipis, Pemkab Batanghari akan Usulkan Sekitar 210 Kilogram

Kini stok pembasmi hama keong mas yang masih menjadi ancaman benih padi sawah petani di wilayah Batanghari hanya tinggal 14 bungkus. Stok sebanyak itu

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TribunJambi/Musa
Stok racun hama keong mas di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Batanghari kian menipis, Rabu (21/10/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Stok racun hama keong mas di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Batanghari kian menipis.

Kini stok pembasmi hama keong mas yang masih menjadi ancaman benih padi sawah petani di wilayah Batanghari hanya tinggal 14 bungkus. Stok sebanyak itu hanya cukup untuk lahan sawah kurang lebih 2 hektar saja.

"Kita khawatir juga, untuk saat ini stok racun keong mas yang ada di gudang hanya cukup untuk lahan kurang lebih 2 hektar atau masih sisa 14 bungkus," kata Kepala Dinas TPH Batanghari, Mara Mulya Pane melalui Kabid Sarpras, Darwin Nasution, saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2020).

Diakuinya, upaya penambahan stok racun hama keong mas melalui APBD-P tahun ini tidak ada.

Baca juga: Promo KFC sampai 31 Oktober 2020 - 5 Ayam hanya Rp 41.818, Winger Bucket Deal, Buy 1 Get 1 Free

Baca juga: Cukup Wali Kota Sungai Penuh, Bawaslu Imbau ASN dan Kepala Daerah Jangan Lakukan Ini Selama Pilkada

Baca juga: VIDEO Wali Kota Sungai Penuh Jalani Sidang Dakwaan Kasus Dugaan Tindak Pidana Pilkada Jambi 2020

"Kalau untuk APBD-P sudah tidak ada," katanya.

Dia juga mengakui bahwa hama keong mas untuk tahun berikutnya masih jadi ancaman padi sawah petani.

Sementara untuk saat ini stok racun keong mas di Dinas TPH Batanghari untuk musim tanam 2021 belum ada.

Terkait racun keong mas untuk APBD Murni 2021, kata dia sudah dimasukkan kedalam proses usulan RKA, dengan jumlah kurang lebih 210 kilogram.

"Usulan untuk tahun depan sudah kita masukkan ke proses usulan RKA, dengan jumlah 210 kilogram," katanya.

Sebelumnya Darwin mengakui, bahwa untuk wilayah Kecamatan Pemayung masih menjadi daerah yang paling rawan terhadap ancaman hama keong mas ini.

"Hingga sekarang masih daerah Pemayung yang sangat rentan dengan serangan keong mas tersebut,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved