Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta kerja

Polisi Tangkap 169 Orang Saat Aksi Tolak UU Cipta Kerja, Ada Yang Bawa Sajam, Bom Molotov dan Miras

169 orang ditangkap polisi, terindikasi berniat melakukan anarkisme. Mereka yang diamankan ada membawa bom molotov, membawa minuman keras

SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
Massa elemen buruh dan mahasiswa dari Gerakan Tolak Omnibus Law (GETOL) saat bergerak menuju Gedung Grahadi Surabaya, Selasa (20/10/2020). Rencananya mereka akan menggelar aksi menolak Omnibus Law hingga tanggal 23 Oktober 2020. 

TRIBUNJAMBI.COM - 169 orang ditangkap polisi, terindikasi berniat melakukan anarkisme.

Mereka yang diamankan ada membawa bom molotov, membawa minuman keras, membawa pilok untuk vandalisme, dan juga membawa senjata tajam.

Aksi demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (20/10/2020) berlangsung tertib dan damai, namun polisi mendapati sejumlah oknum masyarakat yang berniat menyusup dan berencana melakukan aksi anarkisme.

Sebanyak 169 orang tersebut telah diringkus dan diamankan dengan dibawa ke Polrestabes Surabaya dan juga ke MaPolda Jawa Timur.

Baca juga: 6 Tokoh Indonesia Jadi Nama Jalan di Luar Negeri, Siapa Mereka? Ada Nama Presiden Jokowi dan Kartini

Baca juga: Ternyata, Sosok di Balik Akun Provokasi Kerusuhan Demo Tolak UU Cipta Kerja, Masih di Bawah Umur

Baca juga: Polri Segera Limpahkan Kasus Mantan Danjen Kopassus ke Kejaksaan, Sudah Diperiksa Selama 8 Jam

Mereka akan diselidiki dan diperiksa guna menemukan motif dari dibawanya benda-benda tersebut.

“Aksi hari ini alhamdulillah berjalan tertib, aman dan kondusif. Penyampaian pendapat dalam aksi kali ini kami lakukan pengamanan, dan kami menyisir setidaknya ada 169 orang yang sedang dalam pengamanan karena ada indikasi membawa bom molotov, pilok, dan juga miras,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko usai massa aksi dari elemen Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) Jatim meninggalkan Jalan Gubernur Suryo depan Gedung Negara Grahadi.

Para oknum tersebut disisir dari kawasan Grahadi dan sekitarnya. Bahkan ada juga beberapa oknum yang memang diserahkan oleh peserta aksi Getol.

Pengunjukrasa yang berasal dari buruh, mahasiswa, dan pelajar terlibat bentrok dengan polisi saat unjuk rasa di sekitar Patung Kuda Jakarta, Kamis (8/10/2020). Mereka menuntut pemerintah untuk membatalkan UU Cipta Kerja yang dinilai memberatkan pekerja.
Pengunjukrasa yang berasal dari buruh, mahasiswa, dan pelajar terlibat bentrok dengan polisi saat unjuk rasa di sekitar Patung Kuda Jakarta, Kamis (8/10/2020). Mereka menuntut pemerintah untuk membatalkan UU Cipta Kerja yang dinilai memberatkan pekerja. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Ia memastikan bahwa yang ditangkap adalah di luar bagian dari kelompok yang hari ini menyampaikan pendapat.

“Apakah mereka pelajar ataukah bukan masih kami dalami. Namun yang kita amankan itu di luar dari anggota kelompok yang menyampaikan pendapat hari ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa guna mengantisipasi aksi hari ini, pihak kepolisian dan TNI sebanyak 4.147 orang terjun langsung ke lapangan dalam melakukan pengamanan.

Halaman
12
Editor: Rahimin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved