Positif Corona Jambi Tambah

Pasien Covid-19 Provinsi Jambi Bertambah 6 Orang, Meninggal 1 orang, Sembuh Bertambah 3 Orang

Pasien baru hari ini berasal dari Kota Jambi satu orang, Kabupaten Tebo satu orang, dan Kabupaten Muarojambi empat orang.

Penulis: Zulkipli | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/hendro sandi
Ilustrasi. Virus Corona 

Pasien Covid-19 Provinsi Jambi Bertambah 6 Orang, Meninggal 1 orang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setelah beberapa hari mengalami penambahan yang cukup signifikan, hari ini kasus Covid-19 di Provinsi Jambi hanya sebanyak 6 orang.

Secara total jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Jambi sebanyak 988 orang.

Pasien baru hari ini berasal dari Kota Jambi satu orang, Kabupaten Tebo satu orang, dan Kabupaten Muarojambi empat orang.

Untuk pasien sembuh pun kembali bertambah sebanyak 3 orang, sehingga jumlah pasien sembuh kini menjadi 371 orang.

Pasien sembuh tersebut antara lain pasien 760 asal Sarolangun, pasien 367 asal Batanghari, dan pasien 736 asal Batanghari.

Selain itu kasus pasien Covid-19 meninggal di Provinsi Jambi juga turut bertambah sebanyak 1 orang.

Secara total pasien meninggal kini menjadi 19 orang.

Pasien meninggal tersebut adalah pasien 982 asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Seorang laki-laki usia 40 tahun.

Pasien memiliki riwayat reaktif rapid test dan suspect dengan sirosis hepatitis.

Angka Covid-19 Terus Meningkat, Pintu Masuk ke Provinsi Jambi Hingga Kini Belum Diperketat

Hingga kini pintu masuk ke Provinsi Jambi dengan provinsi tetangga belum dijaga ketat.

Padahal, angka Covid-19 di Jambi terus meningkat.

Sebelumnya, perbatasan Provinsi Jambi dijaga ketat untuk mengatasi penyebaran Covid-19 dari luar daerah Provinsi Jambi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Vahrial Adhi Putra mengatakan, saat ini belum ada perintah lagi terkait pengetatan pintu-pintu masuk wilayah Provinsi Jambi.

Namun dia menambahkan hanya ada satu perbatasan atau pintu masuk yang dijaga ketat, yakni di pelabuhan Kuala Tungkal.

Kata dia, mereka menggunakan anggaran sendiri.

"Mereka ada anggaran, jadi mereka bisa melakukan penjagaan setiap hari,” kata dia, Senin (19/10/2020).

Varial mengatakan, pihaknya masih menunggu rapat dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

“Kita siap, sekarang kita masih menunggu perintah dari tim gugus tugas Covid-19,” sebutnya.

Sebelumnya, longgarnya perbatasan ini disebabkan belum adanya realisasi anggaran untuk personel di posko perbatasan.

“Jadi sekarang yang tak ada penjagaan lagi, sehingga longgar kembali,” ungkapnya.

Menurutnya, sebelumnya anggaran untuk personel penjagaan di Posko perbatasan antar Provinsi Jambi tersebut dianggarkan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan rapat kembali bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi terkait pengetatan kembali.

Tujuh posko tersebut yakni, perbatasan Kabupaten Muarojambi, Mestong dengan Sumatera Selatan, selanjutnya Suban dengan perbatasan Riau, selanjutnya Sarolangun dengan Sumatera Selatan.

Kemudian Kabupaten Bungo dengan Damasraya, Provinsi Sumatera Barat.

Selanjutnya, di Kabupaten Kerinci yang terdapat dua pintu masuk perbatasan dengan Sumatera Barat.

Kemudian di Pelabuhan Kuala Tungkal yang dari Batam dan Tembilahan.

(tribunjambi/zulkifli azis)

Baca juga: Sholat Sunat Qobliyah yang Paling Disukai Nabi SAW, Tata Cara & Bacaan Niatnya, Macam-macam Rawatib

Baca juga: Mengenal Sosok Neng, PNS Cantik di Muarojambi, Cerewet Namun Pengertian, Tegas dengan Bawahan

Baca juga: Tega, Anak Curi Uang Dari Kotak Amal Klenteng Tempat Ayahnya Bekerja, Terjadi di Lebak Bandung

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved