Utang Luar Negeri Indonesia Terus Melonjak Selama Kepemimpinan Jokowi , Capai 408,6 Miliar Dolar AS
Utang luar negeri Indonesia terus melonjak di era kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA -Utang luar negeri Indonesia terus melonjak di era kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi.
Dari tahun ke tahun, saat ini utang luar negeri (ULN) Indonesia terus melonjak.
Jika dihitung dari periode pertama Jokowi, ada lonjakan ULN cukup besar, baik dari utang swasta maupun utang pemerintah.
Baca juga: Trauma Nikita Mirzani 3 Kali Gagal Berumah Tangga Beri Wejangan Begini ke Aurel Hermansyah
Baca juga: Gaya Asisten Nia Ramadhani Tak Kalah Sosialita dari Bosnya, Intip Kerajaan Bisnis Theresa Wienathan
Baca juga: 10 Mobil Paling Laku di Indonesia Januari-September 2020, Brio Peringkat 1, Xpander Turun 4 Tingkat
Sementara pada data BI yang dirilis Juli 2020, ULN Indonesia sudah meningkat tajam dibandingkan periode awal Jokowi.
Yakni sebesar 409,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.063 triliun (kurs Rp 14.800).
Berikut data kenaikan utang luar negeri dari tahun 2014 hingga 2020.
Baca juga: Mahfud MD Punya 6 Versi Naskah : UU Cipta Kerja Cacat Formal Bila Diubah Setelah Disahkan DPR
Kuartal IV-2014
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir triwulan IV-2014 tercatat sebesar 292,6 miliar dollar AS.
Meski demikian, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) dan debt service ratio (DSR) alami penurunan masing-masing dari 33,3 persen dan 46,4 persen pada triwulan III-2014 menjadi 32,9 persen dan 46,2 persen di triwulan IV-2014.
Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan IV-2014 terdiri dari ULN sektor publik sebesar 129,7 miliar dollar AS (44,3 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta 162,8 miliar dollar AS (55,7 persen dari total ULN).
Baca juga: Rating Drama Korea 11-18 Oktober 2020, Mulai dari Tale of the Nine Tailed Hingga Start-Up
Kuartal IV-2015
BI melaporkan posisi Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir kuartal IV 2015 tercatat 310,7 miliar dollar AS, naik 2,8 persen dibandingkan posisi akhir kuartal III 2015 sebesar 302,3 miliar dollar AS.
Porsi ULN jangka panjang meningkat, sementara ULN jangka pendek menurun.
"Dengan perkembangan tersebut, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir triwulan IV 2015 tercatat sebesar 36,1 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan 34,8 persen pada akhir triwulan III 2015 dan 33,0 persen pada akhir tahun 2014," tulis BI dalam keterangan resminya.
ULN sektor publik meningkat 6,6 persen (qtq) sehingga posisinya pada akhir kuartal IV-2015 menjadi sebesar 143 miliar miliar dollar AS (46 persen dari total ULN).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/presiden-jokowi-e434.jpg)