Istri Bupati Dairi Target Polisi, Dugaan Korupsi Dana CSR Rp 600 Juta, Uang Dipakai Untuk ke Belgia
istri Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu beberapa kali diperiksa dalam kasus dugaan korupsi dana Coorporate Social Responsibility
TRIBUNJAMBI.COM - Romi Mariani Simarmata, istri Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu beberapa kali diperiksa dalam kasus dugaan korupsi dana Coorporate Social Responsibility (CSR) dari PT Inalum senilai Rp 600 juta.
Dia menjadi target penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumut.
Sayangnya, meski sudah dipanggil polisi, namun Romi Mariani Simarmata belum ditetapkan sebagai tersangka.
"Sekarang kami masih melakukan penghitungan kerugian negara. Kami juga masih berkoordinasi dengan ahli untuk memastikan kerugian negara," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Rony Samtana, Jumat (16/10/2020).
Baca juga: Webinar Jurusan Kehutanan Unja, Bahas Implementasi Perhutanan Sosial Dalam Wilayah Pengelolaan KPH
Baca juga: Lowongan Kerja PT Kaldu Sari Nabati Indonesia untuk Lulusan SMA Hingga S1, Tersedia 6 Posisi
Baca juga: 18 Orang Terjaring Razia Lagi Mesum di Kamar, Satu Wanita Ngaku Sehari Bisa Layani Lima Laki-laki
Disinggung lebih lanjut kapan Romi Mariani Simarmata dipanggil lagi, Rony Samtana tidak memberikan keterangan lebih lanjut.
Dia beralasan penyidik masih fokus menghitung kerugian negara dalam kasus ini. "Nanti kalau ada perkembangan kami kabari," kata Rony.
Kasus yang mendera Romi Mariani Simarmata berawal dari dana CSR senilai Rp 600 juta dari PT Inalum pada tahun 2019.
Dana itu semestinya digunakan untuk pembangunan fasilitas umum, pelestarian lingkungan, bantuan modal UMKM, bantuan kesehatan, bantuan sosial dan juga beasiswa pendidikan.
Sayangnya, uang yang diterima oleh Romi Mariani Simarmata, selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) tahun 2019 diduga digunakan tidak sebagaimana mestinya.
Uang itu lantas digunakan Romi Mariani untuk berangkat ke Belgia. Adapun alasan kepergian Romi Mariani Simarmata ke Belgia dalam upaya memperkenalkan ulos khas Silahisabungan.
Baca juga: 18 Orang Terjaring Razia Lagi Mesum di Kamar, Satu Wanita Ngaku Sehari Bisa Layani Lima Laki-laki
Baca juga: Dari 3 Wanita yang Dikabarkan Dekat ,Dul Jaelani Pilih Tissa Biani, Maia Estianty Tanya Ini
Baca juga: Chord Kunci Gitar Lirik Lagu From This Moment - Shania Twain, Lagu Terbaik Sepanjang Masa
Namun, sejumlah penenun ulos merasa mereka tidak pernah mendapatkan bantuan sebagaimana mestinya.
Dari keterangan seorang penenun, mereka hanya diberi bantuan sedikit benang dan alat tenun.
Kemudian, mereka mendapat kompensasi Rp 100 ribu dari pelatihan yang diadakan Dekranasda Dairi, melalui Yayasan Merdi Sihombing selama empat hari.
Menurut para penenun, bantuan itu tidak sebanding dengan apa yang diterima Ketua Dekranasda.
Karena menemukan adanya indikasi korupsi, penyidik dari Polres Dairi kemudian bergerak melakukan pengusutan.
Belakangan, kasus ini diambil alih oleh Polda Sumut. Selama proses penyelidikan, penyidik Polda Sumut sudah pernah memeriksa Romi Mariani Simarmata.