Festival Mandi Safar

Festival Mandi Safar Digelar Sederhana, Masih Banyak Warga yang Penasaran

Pemerintah Kabupaten Tanjabtim memastikan perhelatan Festival Mandi Safar di Desa Air Hitam Laut tahun ini ditiadakan karena pandemi Covid-19.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Fifi Suryani
Tribunjambi/Abdullah Usman
Ribuan masyarakat padati pantai Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, pada puncak festival Mandi Safar tahun 2019 lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Pemerintah Kabupaten Tanjabtim memastikan perhelatan Festival Mandi Safar di Desa Air Hitam Laut tahun ini ditiadakan karena pandemi Covid-19.

Pemerintah daerah tak ingin mengambil resiko.

Meski demikian masyarakat sekitar tetap melakukan dan tetap hadir ke lokasi untuk menyaksikan, karena dianggap tradisi.

Sulai, satu warga Tanjabtim yang sengaja datang dari Kampung Laut bersama rombongan untuk melihat Festival

Budaya Air Hitam Laut di Pantai Babussalam, Kecamatan Sadu.

"Festival Mandi Safar inikan sudah ajang tabunan. Kami kiro bakal rame seperti tahun tahun sebelumnyo mungkin lebih meriah dari tahun lalu, mako kami sengajo janjian untuk nengok," ujarnya, Kamis (15/10).

Dituturkannya, meski di Pantai Babussalam tempat digelarnya festival budaya tersebut tidak semegah atau seramai tahun lalu kegiatan adat tetap dilakukan, meski hanya diikuti oleh penduduk sekitar.

"Kalau kito tengok tadi memang dak seramai dan semegah tahun lalu, dak ado panggung dan umbul-umbul lainyo. Cuman acara warga kampung bae kayaknyo," tuturnya.

"Kalau seratusan orang adolah tadi, dan jugo dak banyak kegiatanyo jugo," tambahnya.

Terpisah Camat Sadu Frans saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, menurutnya terkait kegiatan adat budaya di pantai Babussalam Desa Air Hitam Laut memang digelar.

Hanya saja kegiatan tersebut dilakukan sesederhana mungkin untuk menjalankan adat tradisi dan tidak terbuka (undangan).

"Kegiatan tersebut inisiatif warga sekitar untuk menjalankan adat tradisi, dan dilakukan secara sederhana dan singkat. Tidak ada mengundang ramai-ramai atau tamu sebagainnya," jelasnya.

Acara tersebut merupakan agenda provinsi, juga sudah berkoordinasi dengan pihak polres, sesuai izinnya acara tersebut hanya acara adat dan tidak mengundang orang banyak termasuk pihak pemerintah maupun pemerintah setempat.

"Terkait banyak pengunjung yang datang, mungkin karena kegiatan inikan merupakan ajang tahunan dan setiap tahunnya selalu meriah mungkin karena itu banyak warga yang datang," ujarnya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved