Gunung Kerinci Semburkan Asap Tebal
4 Menit Gunung Kerinci Semburkan Asap Hitam, Status Level II
Berdasarkan catatan Badan Geologi Kementerian ESDM, Ketinggian kolom abu erupsi 100-200 meter di atas puncak.
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Warga di sekitar kaget saat Gunung Kerinci menyemburkan asap tebal warna hitam Sabtu (17/10/2020) pagi.
Kemunculan asap tebal itu membuat warga di sana sempat kaget.
Asap tebal yang keluar dari Gunung Kerinci itu terjadi sekira pukul 06.30 WIB.
Berdasarkan catatan Badan Geologi Kementerian ESDM, Ketinggian kolom abu erupsi 100-200 meter di atas puncak.
Baca juga: Cara Mengusir Kecoa yang Aman dan Efektif, Jangan Ada Sisa Makanan di Rumah
Baca juga: Gatot Nurmantyo Terang-terangan Ingin Jadi Presiden 2024, Karni Ilyas Singgung Soal KAMI
Baca juga: Makam Orang Sakti di Bukit Bungkul Dibongkar Orang, Polisi Bilang Bagian Ini yang Hilang
Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi Gunung Api (MGA) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, dikonfirmasi juga membenarkan telah terjadi erupsi Gunung Kerinci, pada 17 Oktober 2020 pukul 06.30 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 200 m, yang tekanan sedang condong ke arah Timur Laut.
"Ya betul, namun hanya selama 4 menit saja, lalu berangsur normal," ungkapnya.
Diakuinya bahwa, hembusan asap di Gunung Kerinci hampir setiap hari terjadi dengan ketinggian mencapai 200 m.
"Kadang-kadang hembusan asap tersebut, mengandung abu tipis seperti kejadian pagi tadi," tambahnya.
Kolom abu teramati berwarna kelabu, dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut.
"Meskipun demikian, saat ini Gunung Kerinci berada pada status Level II Waspada," tegasnya.
Terkait dengan erupsinya Gunung Kerinci, Badan Geologi mengimbau masyarakat sekitar Gunung Kerinci dan wisatawan tidak mendaki dan beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif yang berada di puncak gunung.
Badan Geologi juga mengimbau, jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci dihindari.
"Karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan," pungkasnya.
Meskipun warga Kayu Aro sudah terbiasa dengan kejadian seperti itu, namun sempat membuat panik.
"Gunung Kerinci terlihat mengeluarkan asap hitam berwarna kecoklatan, namun tidak tercium adanya bau belerang yang menyertai asap," ujar Poniman, warga Kayu Aro.