Mengapa Soeharto Memilih Tinggal di Jalan Cendana, Alasan Kejawen dan Ranjau Anti-Tank

Sebenarnya, di situ Soeharto sudah dikawal satu kompi pasukan Zeni, sekira 80 orang dan tambahan satu peleton, sekira 20 orang.

KOMPAS.com/SHEILA RESPATI
Kediaman Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat. Foto diambil pada Senin (30/1/12017). 

TRIBUNJAMBI.COM - Rumah di Jalan Cendana Menteng Jakarta Pusat identik dengan keluaga Soeharto.

Memang, keluarga Presiden Indonesia yang menjabat selama 32 tahun itu mendapat julukan sebagai keluarga Cendana.

Menelusuri jejak rumah di Jalan Cendana itu sangat menarik. Mengapa Soeharto bisa tinggal di sana?

Berbagai sumber menuliskan Soeharto tinggal di rumah Jalan Cendana sejak 1968.

Banyak yang menduga ada pertimbangan kejawen yang membuat Soeharto memilih tinggal di sana.

Ya, Soeharto lebih memilih di Jalan Cendana daripada di Istana Negara.

Dalam buku Ramadhan KH dan G Dwipayana berjudul "Pikiran Ucapan dan Tindakan Saya", diulas alasan mengapa Soeharto memilih tinggal di sana.

Baca juga: Kisah Anggota Kopassus yang Tertancap Granat Di Punggng Hingga Dicari Soeharto

Baca juga: Dulu Jadi Motor Kesayangan Soeharto, Begini Penampakan Moge Gandeng di Tangan Anak Tommy Soeharto

Ternyata, ia memiliki alasan kuat supaya dekat dengan keluarga.

"... demi kepentingan dan kebaikan keluarga, untuk kepentingan anak-anak, agar tidak terpisahkan dari masyarakat, saya memilih tinggal di luar istana..."

Rupaya Soeharto ingin dekat dengan masyarakat.

Apabila berada di Istana Negara, maka akan ada jarak.

Tapi bagi yang belum tahu, pengamanan menuju rumah Cendana saat Soeharto masih menjabat sangatlah ketat.

Pasukan pengamanan tersebar di mana-mana.

Bahkan informasi yang beredar, ada persenjataan anti tank di sana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved