Tolak UU Cipta Kerja
UU Cipta Kerja Ditolak, Sekjen PDIP: Massa Belum Baca Sudah Bergerak, Tingkat Peradaban Bisa Turun
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memaklumi aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di berbagai daerah di Indonesia.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Setelah disahkan menjadi UU Cipta Kerja, aksi protes menolak Undang-undang tersebut dilakukan oleh setiap daerah.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memaklumi aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di berbagai daerah di Indonesia.
Demonstrasi, katanya, adalah bagian dari proses demokrasi yang dijamin konstitusi.
Namun, alumni Fakultas Teknik UGM itu geram lantaran aksi di berbagai daerah yang berujung anarkis itu tidak memiliki dasar yang kuat.
Faktanya, mayoritas yang berorasi menolak UU Cipta Kerja belum membaca isi undang-undang tersebut.
"Nah, kita ini sekarang terlalu asyik hanya melihat ke dalam (politik dalam negeri)."
"Belum membaca sudah bergerak," ucap Hasto di Markas Tribun Network, Jakarta, Selasa (13/10/2020).
Baca juga: Misteri Meriam 875 Kilogram di Rumah Dinas Danrem Jambi, 8 Orang Tak Mampu Angkat
Baca juga: Najwa Shihab Heran Ahok Sebut Stop Kritik Jokowi Terkait Penangan Covid-19: Gak Enak Ngritik Jokowi?
Baca juga: BKKBN Sebut Tingkat Kehamilan Saat Pandemi di Sarolangun Stabil
Hasto mengimbau agar mereka yang menolak UU Cipta Kerja dapat melihat secara jernih.
Belum membaca draf UU Cipta Kerja, berarti mereka tidak memiliki dasar yang jelas untuk berunjuk rasa.
Hasto juga meminta masyarakat mempercayakan UU Cipta Kerja itu kepada Presiden Jokowi.
"Hukum demokrasi itu 5 tahunan. Kalau PDIP tidak berjalan baik, ya tidak usah didukung lagi dalam Pemilu mendatang."
"Kalau partai lain tidak baik, tidak usah didukung lagi," ucap Hasto.
Hasto mengatakan, PDIP sebagai pengusung Jokowi menggunakan tanggung jawab politiknya untuk kepentingan rakyat.
Baca juga: Celana Dalam Dinar Candy Dibeli Seharga Rp 20 Juta, Sapri Pantun: Nanti Mau Gue Laminating
Mereka segera memberikan sosialisasi UU Cipta Kerja ke lapangan, agar masyarakat percaya produk undang-undang itu memiliki tujuan yang baik.
"Bersama rakyat, memberikan penerangan kepada rakyat, seluruh instrumen partai bergerak."
"Karena kita harus bangun sebuah keyakinan bersama bahwa yang namanya UU itu bertujuan baik," paparnya.
Baca juga: Jasa Raharja Renovasi Pojok Baca di Kantor Samsat Kerinci
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/sekjen-pdip-hasto-kristiyanto.jpg)