Meriam Belanda Dipindahkan
Berbobot 875 Kg, Begini Sulitnya Petugas Memindahkan Meriam Belanda ke Museum
Setidaknya membutuhkan delapan hingga sepuluh orang, untuk memasukan ke dalam truk, dan mengeluarkannya lagi ke museum.
Penulis: HR Hendro Sandi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Karena beratnya yang mencapai 875 kg, tak mudah bagi petugas untuk memindahkan meriam peninggalan Kolonial Belanda ini, dari rumah dinas Danrem 042/Gapu, ke Museum Perjuangan Rakyatt Jambi, Rabu (14/10/2020).
Setidaknya membutuhkan delapan hingga sepuluh orang, untuk memasukan ke dalam truk, dan mengeluarkannya lagi ke museum.
Bahkan untuk memindahkan ke dalam truk, harus dibantu dengan seunit mobil berat dari DLH Jambi.
Sekitar satu jam proses pengangkutan, barulah akhirnya meriam tunggal ini berhasil diletakan di museum, yang berada di area kiri gedung.
Baca juga: Terungkap Modus Dua Tersangka Edarkan Narkoba dari Pulau Pandan di Tanjabbar
Baca juga: Chord Kunci Gitar Lagu Darah Juang di sini negeri kami untuk Demonstrasi
Baca juga: Korem 042/Gapu Serahkan Meriam Peninggalan Belanda ke Museum Jambi
Selain berat, meriam buatan tahun 1848 ini juga cukup panjang, yakni mencapai 244 cm, dan berdiameter 19 cm.
"Hampir satu ton, jadi memang nggak sanggup kalau bukan rame-rame," kata seorang petugas dilokasi pemindahan.
Danrem 042/Gapu, melalui Kasi Logistik Kasrem, Kol Arm Budi Santoso, mengatakan penyerahan ini merupakan sebagai bentuk kecintaan Korem 042/Gapu terhadap benda benda bersejarah yang menceritakan perjuangan rakyat Jambi.
Dia berharap, dengan bertambahnya koleksi benda bersejarah di museum kebanggaan rakyat Jambi ini, dapat menambah wawasan masyarakat yang berkunjung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/proses-pemindahan-meriam-ke-museum.jpg)