PNS Corner

Berawal dari Hobi, ASN di Tanjabtim Ini Sukses Menjadi Andalan Cabor Biliar

Seperti yang dilakukan M Sukri (80) seorang ASN aktif di Pemkab Tanjabtim. Sejak 2014 silam, ia telah beragam mengikuti kejuaraan dalam cabor biliar b

ist
M Sukri (80) seorang ASN aktif di Pemkab Tanjabtim. Ia juga seorang atlet biliar. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Cabang olahraga biliar saat ini menjadi salah satu permainan yang cukup digandrungi oleh beberapa kalangan. Bahkan tidak hanya sekedar hobi bahkan beberapa orang sukses berprestasi dengan menggeluti olahraga tersebut.

Seperti yang dilakukan M Sukri (80) seorang ASN aktif di Pemkab Tanjabtim. Sejak 2014 silam, ia telah beragam mengikuti kejuaraan dalam cabor biliar baik di tingkat turnamen, open hingga ajang Porprov.

Kepada Tribunjambi.com, pria yang saat ini bertugas di Dinas Budparpora Tanjabtim bidang olahraga tersebut, menuturkan sebelum dirinya menggeluti atau menjadi atlet biliar dan menjadi kebanggaan Tanjabtim terlebih dahu mengabdi sebagai pegawai.

"Sebelum jadi atlet saya lebih dahulu jadi ASN, yang diangkat dari honorer tahun 2008," ujarnya, Selasa (14/10/2020).

Baca juga: Suami Bongkar Alasan Nita Thalia Gugat Cerai: Orang Sudah Cantik Pengin Lebih Cantik!

Baca juga: Bukti Rizky Febian Nggak Welcome ke Nathalie Holcher, Foto Ini Jadi Sorotan Warganet: A Iki Kenapa

Baca juga: Manfaat Bawang Putih Bagi Kesehatan - Turunkan Kolesterol Lindungi Jantung Tangkal Pilek

Diceritakannya, awal mula menjadi atlet sendiri berawal dari hobi bermain biliar dan diajak teman yang sudah lebih dahulu menjadi atlet biar.

"Mungkin karena terlalu menjiwai dan menggeluti sehingga ditarik menjadi atlet. Dan resmi jadi atlet biliar popsi pada tahun 2014 awal," tuturnya.

Lanjutnya, sejak mendapat gelar sebagai atlet berbagai ajang perlombaan mulai dijabaninya diantaranya dari ajang kejurda, pra porprov hingga paling tinggi open turnamen Nasional beberapa kali di Palembang, Batam, Provinsi Jambi mewakili tanjabtim.

"Medali pertama yang diraih porprov tahun 2015 di Batanghari, memperoleh perunggu dalam cabang ganda dengan bola Delapan berpasangan dengan ambok," ujarnya.

"Selain itu kejurda Popsi tahun 2017 di jambi, mendapatkan juara umum," tambahnya

Diakuinya, semenjak di masa pandemi saat ini banyak open ataupun turnamen tertunda atau batal, dan sudah sepi bahkan sarana bermain untuk latihan juga banyak tutup. Solusinya terpaksa memberdayakan pelatihan dengan sarana yang ada.

"Target kedepan, saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti porprov yang tertunda. Bahkan sparing sparing juga banyak ditunda atau batal akibat kovid intinya belajar sendiri," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved