Percakapan Penyusup Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja Terbongkar, Dijanjikan Dapat Uang
Bermula ketika Pangdam Jaya Mayjend Dudung Abdurachman bercerita tentang sejumlah orang yang diamankan terkait demo.
TRIBUNJAMBI.COM - Belakangan terungkap isi percakapan penyusup dan penggerak demo.
Bermula ketika Pangdam Jaya Mayjend Dudung Abdurachman bercerita tentang sejumlah orang yang diamankan terkait demo.
Orang-orang tersebut mengaku disuruh dan dijanjikan sejumlah uang oleh orang lain setelah mengikuti demo tolak UU Cipta Kerja.
Baca juga: Kapolda Jambi Instruksikan Jajarannya Agar Tidak Terpancing Saat Demo Aksi Tolak UU Cipta Kerja
Baca juga: Download Lagu Sholawat Nabi dari Nissa Sabyan Full Album, Ada Video Religi Habib Syech Terbaru
Baca juga: Chord Gitar Lagu Titip Rindu Buat Ayah Ebiet G Ade, Di Matamu Masih Tersimpan
"Bahkan, mereka itu ada yang datang dari Subang. Saya tanya siapa yang menggerakkan, 'ada pak saya dirusuh ke sini' jawab dia."
"Dia tidak bawa uang, bahkan ada yang bawa cuma Rp 10 ribu. Saya tanyakan, setelah demo mereka pulang pakai apa?" imbuh Dudung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan handphone orang-orang yang diduga penyusup dalam aksi demo ini, ada hal mengejutkan lainnya.
Selain mengaku digerakkan, mereka juga dijanjikan akan mendapatkan uang setelah melakukan aksinya.
Ia menyakini, pendemo yang berbuat anarki saat menolak UU Cipta Kerja bukanlah golongan mahasiswa dan buruh, melainkan pihak lain tak bertanggung jawab.
"Saya punya keyakinan kalau mahasiswa dengan buruh punya misi aksi damai, rata-rata mereka terpelajar lah, paham dengan aksinya yang ingin disampaikan."
"Saya yakin dan saya lihat yang melakukan pelemparan kepada polisi itu bukan dari mahasiswa, kalau mereka mahasiswa pasti pakai jaket almamater," beber Dudung.
Cerita Kebersamaan TNI dengan Pendemo
Dudung juga membagikan momen kebersamaan anggota TNI bersama peserta aksi demo tolak UU Cipta Kerja.
Kebersamaan pertama yang Dudung bagikan saat TNI bersama mahasiswa bergotong royong memindahkan tameng-tameng dari truk satu ke kendaraan lainnya.
"Jadi setelah diimbau oleh Bapak Gubernur, para mahasiswa kesulitan untuk pulang ke daerah Pamulang malam itu."
"Kebetulan ada kendaraan marinir yang stan by di situ dan akhirnya diminta tolong mengangkut mahasiswa yang ingin kembali ke Pamulang."