Serapan Anggaran Harus Segera Dinaikkan, Haryadi: Neraca Perdagangan dan NTP Jambi Masih Baik
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi saat ini minus 1,72 persen. Pakar ekonomi, Prof Dr H Haryadi, SE MM S, yang juga Guru Besar
Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Fifi Suryani
Saat ini juga banyak generasi milenial yang membangun usaha, mendirikan UMKM di berbagai bidang seperti busana, kuliner, dan sebagainya.
“Namun, UMKM di sektor makanan kini tengah mengalami kesulitan terutama di Kota Jambi yang memberlakukan pembatasan jam malam,” ujar Haryadi.
Di Kota Jambi sudah ada pembatasan jam malam, sedangkan untuk kuliner malam yang lebih menjanjikan. Dan pedagang kaki lima hampir tidak ada pengunjung.
“Saya prihatin sekali, melihat pedagang kaki lima yang jualan di malam hari. Mereka berjualan untuk bertahan hidup. Namun pembelinya sekarang sangat menurun bahkan hampir tidak ada,” ungkapnya.
Terkait UU Omnibus Law yang tengah menarik perhatian, Dr Haryadi mengatakan UU ini akan sangat mempengaruhi ekonomi ke depannya, karena ada beberapa hal yang merugikan para pekerja.
“Kalau pekerja dirugikan nantinya pekerja juga tidak akan bergairah untuk bekerja. Misalnya sehari atau dua hari mereka tidak bekerja akan sangat merugikan perusahaan,” ujarnya.
Oleh karena itu harus saling timbang-menimbang supaya jangan ada kelompok-kelompok yang dirugikan atas UU Omnibus Law ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/prof-dr-h-haryadi.jpg)