Serapan Anggaran Harus Segera Dinaikkan, Haryadi: Neraca Perdagangan dan NTP Jambi Masih Baik
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi saat ini minus 1,72 persen. Pakar ekonomi, Prof Dr H Haryadi, SE MM S, yang juga Guru Besar
Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi saat ini minus 1,72 persen.
Pakar ekonomi, Prof Dr H Haryadi, SE MM S, yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Jambi mengatakan, sejak krisis ekonomi tahun 1998 lalu, ini pertama kalinya kondisi ekonomi Jambi minus.
Kondisi yang sama juga terjadi di semua daerah, bahkan nasional juga minus dikarenakan pandemi Covid-19.
“Kalau dilihat data yang ada, ekspor Jambi dibanding tahun lalu cenderung meningkat. Dan impor kita juga menurun, bila dilihat dari neraca perdagangan cukup bagus. Dan nilai tukar petani masih baik.
Hal ini pertanda indeks yang diterima petani lebih tinggi,” ujarnya Kamis (8/10).
Ada beberapa hal yang menarik, pertama walaupun nilai tukar petani tinggi rata-rata diatas 110, untuk tanaman pangan khususnya holtikultura dan palawija itu indeksnya masih dibawah angka 100. Itu artinya pertanian di sektor itu secara teoritis tidak menguntungkan.
Artinya kondisi ekonomi masyarakat yang bekerja di sektor itu mengindikasikan tidak baik, padahal di Jambi ini hampir sebagian masyarakat miskin bekerja di sektor itu.
Perlu upaya agar ekonomi Jambi menjadi lebih baik. Karena saat ini pandemi Covid-19, pengerjaan proyek-proyek relatif lambat, oleh karena itu serapan anggaran juga relatif rendah.
“Padahal sektor riil kita sekarang saat ini masih kurang bergairah, jadi yang diharapkan menggenjot yaitu dari sektor konsumsi,” katanya.
Terutama dari sektor konsumsi pemerintah, harusnya sekarang proyek-proyek pembangunan harusnya sudah dikucurkan (dikeluarkan), agar sektor riil lebih bergairah. Kalau tidak dilakukan maka pertumbuhan ekonomi Jambi diperkirakan akan cenderung lebih minus dibandingkan sekarang ini.
Jadi Pemerintah Provinsi Jambi harus mendorong serapan anggaran dinaikan, untuk sekarang masih dibawah 50%.
“Saya takutnya kebiasaan lama itu terjadi yaitu pada akhir tahun buru-buru mencairkan proyek-proyek yang ada. Waktunya akan mepet, dikhawatirkan dalam pelaksanaannya kualitas tidak sesuaikan dengan standarnya atau tidak maksimal,” imbuh Haryadi.
Kita saat ini disibukan dengan Pilkada, banyak daerah-daerah di Provinsi Jambi akan menjalankan pilkada. Dan ada beberapa bupati yang mencalonkan diri menjadi Gubernur Jambi.
“Saya khawatir konsentrasi dari beliau-beliau ini terpecah sehingga serapan dari anggaran untuk memperbaiki ekonomi ini jadi terhambat,” pungkasnya.(cir)
UMKM Penyelamat Ekonomi Jambi
PAKAR Ekonomi yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi Unja, Prof Dr H Haryadi
mengatakan, dampak dari pandemi ini di berbagai sektor, tidak terkecuali pada UMKM. Namun, UMKM saat ini merupakan tulang punggung atau penyelamat ekonomi Jambi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/prof-dr-h-haryadi.jpg)