IHSG

Saham Gocap Ada Yang Naik Level Sampai Dengan Rp 89, Ini Saran Analis

Ada 18 saham yang mencatatkan peningkatan harga, sebanyak 12 saham di antaranya masih berada di kisaran harga Rp 50 hingga Rp 60

Editor: rida
ANTARA FOTO/Risyal H
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 

TRIBUNJAMBI.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 14,5 poin (0,29 persen) pada level 5.053,66 di akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (9/10/2020).

Hingga penutupan perdagangan Jumat (9/10) lalu, ada 89 saham yang harga maksimalnya di harga terendah Rp 50 atau saham gocap.

Jumlah tersebut lebih banyak dibanding saham gocap di akhir semester I 2020 yang mencapai 79 saham.

Di tengah saham gocap yang semakin bertambah, beberapa saham justru terlepas dari level harga Rp 50.

Berdasar penelusuran Kontan.co.id, setidaknya ada 18 saham yang mencatatkan peningkatan harga.

IHSG Menguat 0,70% ke level 5039,14, Masuk Zona Hijau Lagi

Strategi Investasi ala Mbah Ratman, Beli Saham Perusahaan Bagus yang Harganya Dibawah Nilai Wajar

Sebanyak 12 saham di antaranya masih berada di kisaran harga Rp 50 hingga Rp 60.

Adapun enam saham lainnya tercatat meningkat ke level lebih dari Rp 60.

Enam saham tersebut adalah PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) menjadi Rp 82, PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) menjadi Rp 61, PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) menjadi Rp 80, PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) menjadi Rp 89, PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) menjadi Rp 64, dan PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) menjadi Rp 75.

Penguatan saham-saham itu terpantau oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasar penelusuran Kontan.co.id, BEI mengumumkan harga dan aktivitas beberapa saham bergerak di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

Omnibus Law Diprediksi Sulit Mencapai Target Datangkan Investasi, 16 Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi

Hari LIDA Jambi Berikan Hadiah ke Orangtua, Menabung & Investasi, Ungkap di Acara OJK

Saham yang dimaksud adalah KAYU dan KPAS.

Kendati keenam saham itu berhasil lepas dari level terendah, analis menyarankan pelaku pasar tetap menghindari saham-saham tersebut.

Analis Philip Sekuritas Anugerah Zamzami Nasr mengatakan, kenaikan saham-saham itu hanya dipicu oleh faktor teknikal.

Ke depan, pergerakan harganya masih sulit diprediksi karena likuiditasnya kecil dan volatile.

"Baiknya dihindari. Jika kembali ke Rp 50 lagi akan sulit ditransaksikan," kata Zamzami kepada Kontan.co.id, Minggu (11/10).

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved