Breaking News:

PSBB di Jakarta

Jakarta Berlakukan PSBB Masa Transisi, Ini Ketentuan dan Kebijakan Barunya

Akan ada kebijakan baru yang diterapkan dalam PSBB Masa Transisi di Jakarta saat ini

Editor: rida
(Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memutuskan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan.

Penerapan PSBB Masa Transisi mulai diterapkan tanggal 12 - 25 Oktober 2020 dengan sejumlah ketentuan baru yang harus dipatuhi oleh semua pihak.

Akan ada sejumlah sektor yang telah diizinkan beroperasi kembali selama penerapan PSBB Masa Transisi dan rincian sektor akan diumumkan lebih lanjut.

Kebijakan baru yang diterapkan dalam PSBB Masa Transisi saat ini adalah pendataan pengunjung dan karyawan dalam sektor yang dibuka, dapat menggunakan buku tamu (manual) ataupun aplikasi teknologi yang telah berkolaborasi dengan pemerintah untuk memudahkan analisis epidemiologi khususnya contact tracing (pelacakan kontak erat) terhadap kasus positif.

Adapun informasi yang harus tersedia, yaitu nama, nomor telepon, dan NIK.

Kasus Positif dan Kasus Aktif Harian Melandai, Ibu Kota Jakarta Kembali ke PSBB Masa Transisi

VIDEO Anies Baswedan Perpanjang PSBB di Ibu Kota, Jokowi: Mini Lockdown Justru Lebih Efektif

Pengakuan Luna Maya Bakal Menikah Tahun Ini Tapi Batal: Kalo Enggak PSBB, Udah Sebar Undangan!

Dengan demikian, Pemprov DKI Jakarta akan melaksanakan kegiatan tracing secara massif selama PSBB Masa Transisi.

Di sisi lain, kegiatan testing maupun upaya isolasi dan treatment di RS akan terus ditingkatkan kapasitasnya.

Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut, setiap penanggung jawab kegiatan harus memberlakukan protokol pencegahan COVID-19.

Bila ditemukan klaster (bekerja bersama, berinteraksi dekat) di sebuah tempat kerja, maka wajib melakukan penutupan tempat kerja selama 3 x 24 jam untuk desinfeksi.

Anak Sultan Ikut Demo UU Cipta Kerja, Pakai Helm Seharga Motor, Lihat Pakaian Mahalnya

Cara Menjaga Kesehatan Mental, Jalin Hubungan Baik dengan Orang Lain dan Cari Bantuan Medis

Setiap bisnis wajib menyiapkan ‘COVID-19 Safety Plan’. Adapun protokol khusus setiap sektor diatur oleh ketentuan Kepala Dinas yang terkait.

“Semua warga ikut bertanggung jawab terhadap pencegahan penularan COVID-19. Jika satu tempat tidak disiplin, maka satu kota yang harus merasakan akibatnya. Maka, kita harus benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, dan pemerintah akan terus meningkatkan 3T,” pungkas Gubernur Anies.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul "Breaking News: PSBB Pengetatan di DKI Jakarta Tak Diperpanjang, Anies Kembalikan ke PSBB Transisi"

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved