Breaking News:

3 Wartawan Persma di Jakarta Hilang Kontak Saat Meliput Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja

Pasca demonstrasi tolak UU Cipta Kerja di Jakarta, tiga jurnalis Badan Otonom Gerakan Mahasiswa (BO GEMA) Politeknik Negeri Jakarta dikabarkan hilang.

Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI
RICUH - Kericuhan antara mahasiswa dan pihak kepolisian saat unjuk rasa di Halaman Gedung DPRD Sumsel, Jalan POM IX Palembang, Kamis (8/10/2020). Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, Aksi Demo mahasiswa ini berujung bentrok dengan aparat keamanan yang mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dan kendaraan milik polisi rusak. 

3 Wartawan Persma di Jakarta Hilang Kontak Saat Meliput Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pasca demonstrasi tolak UU Cipta Kerja di Jakarta, tiga wartawan Badan Otonom Gerakan Mahasiswa (BO GEMA) Politeknik Negeri Jakarta dikabarkan hilang kontak.

Ketiganya tengah meliput aksi demontrasi tolak UU Cipta Kerja dan sampai saat ini tak bisa dihubungi.

Ketiga jurnalis persma yang hilang tersebut yakni Ajeng, Dharma, dan Ahsan.

Dalam proses peliputan, BO GEMA menurunkan enam orang ke lapangan

"Pada pukul 10:51, Ajeng, Dharma, dan Ahsan berkabar bahwa mereka sudah tiba di istana dan melaporkan kondisi suasana sekitar masih sepi," kata Redaktur Pelaksana Indah Sholihati dalam keterangannya, Jumat (9/10/2020).

Petugas kepolisian berpakaian preman mengamankan pengunjuk rasa saat aksi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, Kamis (8/10/2020). Aksi demontrasi dari berbagai lembaga di Medan tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian.
Petugas kepolisian berpakaian preman mengamankan pengunjuk rasa saat aksi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, Kamis (8/10/2020). Aksi demontrasi dari berbagai lembaga di Medan tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian. (Tribun Medan/Danil Siregar)

Kemudian, Indah mengatakan pada pukul 11:10, Ajeng mengirim live report video suasana di istana yang masih sepi.

Keinginan Presiden Jokowi Buat UU Omnibus Law Akhirnya Terwujud, Apa Motivasi Sebenarnya?

"Setelah itu hilang kontak. Status WhatsApp Ajeng terpantau masih online hingga pukul 15.00. Setelah itu, Ajeng benar-benar tidak bisa dihubungi," lanjut Indah.

Saat ini, GEMA bersama LBH Pers dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) masih terus mencari keberadaan Ajeng, Dharma, dan Ahsan dan sekaligus terus berupaya memvalidasi info yang simpang siur.

Seperti diketahui, tercatat ada belasan jurnalis yang dikabarkan menghilang dalam demonstrasi UU Cipta Kerja.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved