Pilkada di Jambi
Politisi Senior Golkar Jambi Azis Yusuf Dukung Haris-Sani
Safari politik calon gubernur Jambi nomor urut 3, Haris menuai respons positif di tengah masyarakat. Dukungan terhadap Haris yang berpasangan
Penulis: Hendri Dunan | Editor: Nani Rachmaini
Politisi Senior Golkar Jambi Azis Yusuf Dukung Haris-Sani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Safari politik calon gubernur Jambi nomor urut 3, Haris menuai respons positif di tengah masyarakat.
Dukungan terhadap Haris yang berpasangan dengan Abdullah Sani di Pilgub Jambi 2020 ini juga terus berdatangan.
Terbaru politisi senior Golkar Jambi, Azis Yusuf juga mendukung langkah Haris-Sani untuk memenangkan Pilgub Jambi 9 Desember 2020 mendatang.
Mantan Sekjen DPD I Golkar Jambi 2004-2010 ini sangat akrab dengan Haris calon gubernur yang diusung PAN, PKS dan PKB di Pilgub Jambi 2020 ini.
Ini terlihat dari sambutan hangat mantan anggota DPRD Jambi periode 2009-2014 saat Haris sowan ke kediamannya di Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Rabu (7/10/2020).
Haris sangat tidak asing lagi bagi Azis Yusuf dan keluarga besarnya. Bahkan Haris menyapa Azis Yusuf dengan sebutan Nek Ntan (Datuk).
Mantan Sekda Sarko (Sarolangun Bangko) ini menyebutkan Al Haris adalah sosok pemimpin yang dibutuhkan untuk memimpin Jambi kedepan.
Putra asli Limun, Kabupaten Sarolangun ini juga menyebutkan Haris merupakan turunan Hasan Basri Agus (HBA) mantan Gubernur Jambi yang saat ini anggota DPR RI.
“(Haris) Pemimpin yang diharapkan, dia turunan HBA,” kata Azis Yusuf.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Tribun sudah berupaya mengkonfirmasi kepada pihak sekretaris DPD I Golkar Provinsi Jambi. Namun belum mendapatkan jawaban.
Pengungsi Sengketa Lahan Minta Belikan Terpal
Calon gubernur Jambi nomor urut 3, Al Haris turut prihatin dengan kondisi pengungsi sengketa lahan di RT 37, Kelurahan Simpang 3 Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.
Al Haris yang berpasangan dengan Abdullah Sani di Pilgub Jambi 2020 ini, Selasa (6/10/2020) sore mendatangi pengungsi yang sudah 1,5 bulan tidur di tenda darurat depan rumah mereka sendiri.
Al Haris mengatakan ia sengaja datang karena turut prihatin dengan kondisi 54 jiwa yang terpaksa mengungsi karena rumah mereka akan di eksekusi.