Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

2 Juta Buruh Bakal Aksi Mogok Nasional Dampak Pengesahan RUU Cipta Kerja

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI, Said Iqbal menyebut buruh akan melakukan mogok nasional

Tayang:
Editor: Suang Sitanggang
Tribunjambi/Rohmayana
Seribuan buruh dan pekerja serta aktivis saat geruduk kantor Gubernur Jambi menolak pengesahan RUU Cipta Kerja 

Berikutnya adalah Aceh, Padang, Solok, Medan, Deli Serdang, Sedang Bedagai, Batam, Bintan, Karimun, Muko-Muko, Bengkulu, Pekanbaru, Palembang, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan.

Selain itu, mogok nasional juga akan dilakukan di Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Mataram, Lombok, Ambon, Makasar, Gorontalo, Manadao, Bitung, Kendari, Morowali, Papua, dan Papua Barat.

"Jadi provinsi-provinsi yang akan melakukan mogok nasional adalah Jawa Barat, Jakarta, Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Lampung, NTB, Maluku, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Papua Barat,” kata Iqbal.

Pertemuan Jelang Paripurna

Satu jam menjelang RUU disahkan menjadi UU, dua pemimpin serikat buruh, yakni Presiden KSPI Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menemui Presiden Joko Widodo.

Mereka menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan sekitar pukul 13.45 WIB.

Mereka sejak awal gencar menolak pembahasan dan pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU.

Informasi yang dihimpun, pertemuan enam mata itu berlangsung tertutup sekitar satu jam.

Tidak lama setelah pertemuan tersebut, DPR memulai rapat paripurna yang salah satu agendanya adalah mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU.

Hasilnya, RUU yang ditolak para buruh dan pekerja disahkan menjadi UU.

Ini sekaligus pertanda bahwa pertemuan Said dan Andi yang menolak RUU Cipta Kerja dengan Presiden Jokowi tak membawa hasil.

Aspirasi buruh yang disuarakan oleh dua pimpinan serikat buruh itu tetap tak didengar.

Saat dikonfirmasi ihwal topik pertemuan dengan Presiden Jokowi sebelum DPR mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU, Said Iqbal mengakui tidak ada hasil dari pertemuan tersebut.

"Tidak ada hasil apa pun," kata Said kepada Kompas.com, Senin malam.

Setelah pertemuan itu, muncul isu di kalangan wartawan bahwa keduanya bakal ditunjuk sebagai wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. Said Iqbal sekaligus membantah isu itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved