Pasca Amien Rais Bentuk Partai Baru, Kader PAN Sebut : Tugasnya Belum Selesai Malah Buat Partai Baru
Manuver politik politisi senior Amien Rais dengan mendirikan partai baru, Partai Ummat,. Namun hal ini tidak begitu merisaukan kalangan terutama PAN.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - PAN adalah partai yang lahir pascareformasi bentukan Amien Rais, namun belakangan Amien Rais keluar dan memilih mendirikan partai baru.
Manuver politik politisi senior Amien Rais dengan mendirikan partai baru, Partai Ummat,.
Namun hal ini tidak begitu merisaukan kalangan partai, terutama Partai Amanat Nasional atau PAN.
Politikus PAN Guspardi Gaus mengatakan, slogan "Amien Rais adalah PAN dan PAN adalah Amien Rais" sudah berlalu sejak pendiri partai berlambang matahari putih itu mendirikan partai baru.
• Kronologi Bupati Muaro Jambi Positif Corona, Sebelumnya Pegawai Ada yang Positif
• Download Lagu MP3 DJ Remix Full Bass Terbaik Oktober 2020, Ada Video Live DJ Breakbeat dan DJ Opus
• 4 Hari Dinyatakan Positif Covid-19, Bupati Bangka Tengah Meninggal, Kondisi Sempat Stabil
Guspardi Gaus angkat bicara mengenai pemberitaan deklarasiPartai Ummatoleh Amien Rais yang pernah menjabat sebagai ketua MPR.
Sebagai kader partai dirinya menilai mendirikan partai adalah hak politik setiap anak bangsa yang dijamin oleh konstitusi.
Namun, pendirian partai baru ini bagi Amien Rais tentu akan berimplikasi kepada figur beliau sendiri sebagai tokoh reformasi yang menggagas dan mendirikan PAN (Partai Amanat Nasional).
"Dengan mendirikan partai baru, tentunya pak Amien dengan sendirinya meninggalkan tujuan awal beliau saat mendirikan partai berlambang matahari putih yang dideklarasikan pada tanggal 23 Agustus 1998," kata dia.
Tujuan awal itu yakni membawa PAN sebagai pelopor reformasi dan barisan terdepan penjaga kedaulatan bangsa tentu belum tuntas sampai ke titik puncak.
"Sekarang malah mendirikan partai baru. Apalagi eksistensi dan figur pak Amien itu sangat melekat dengan PAN sehingga ada slogan 'Amien Rais adalah PAN dan PAN adalah Amien Rais'," kata dia.
• Padi Sailun Salimbai, Akhirnya Dipantenkan Menjadi Benih Padi Unggul di Muarojambi
Sungguhpun begitu PAN sendiri tidak akan terganggu atas terbentuknya Partai Ummat karena memiliki basis suara yang berbeda.
Dalam analisis Guspardi, Partai Ummat bentukan Amien lebih menyasar pemilih berbasis agamis, sementara PAN jelas menyasar pemilih dari kalangan nasionalis.
"Antara partai Amien Rais dan PAN itu berbeda. Kami dari PAN, segmennya berbeda dengan konstituen Partai Ummat. Intinya, PAN siap berlomba berfastabiqul khairat/mencari kebaikan," kata tokoh Muhammdiyah Sumbar itu.
Secara pribadi, Guspardi menghargai sikap Amien yang mendirikan partai baru setelah keluar dari PAN.
Setiap Warga Negara Indonesia berhak berserikat karena dijamin oleh undang-undang.
• Pilkada Batanghari, Bawaslu Batasi Peserta Kampanye Hingga 50 Orang
"Siapa pun bisa mendirikan partai, itu adalah hak politik dan bagian dari demokrasi. Kami menghargai Pak Amien mendirikan partai dan mengucapkan selamat atas berdirinya Partai Ummat ini," ujar anggota komisi 2 DPR RI tersebut.
Pengamat: Amien Rais ingin pungut santri sebagai basis dukungan
Sebelumnya, Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang mengatakan, rencana Amien Rais mendirikan partai baru dengan mengusung asas Islam, karena ingin mencoba memungut kaum santri perkotaan sebagai basis dukungan.
Ahmad Atang mengatakan, dengan mengusung asas Islam, Amin Rais ingin partai barunya tampil beda dengan PAN yang nasionalis moderat.
• Sinopsis Film Secret 2009, Tayang di K-Movievaganza Trans 7 Malam Ini Pukul 22.00 WIB
"Amien Rais mencoba memungut kaum santri perkotaan sebagai basis dukungan, padahal selama ini kaum santri selalu identik dengan PKS," kata Ahmad Atang kepada ANTARA di Kupang, Sabtu (12/9/2020).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan rencana Amien Rais mendirikan partai baru berasaskan Islam dan peluang untuk berkembang.
Setelah kekalahan figur yang didukung Amien Rais melawan Zulkifli Hasan pada kongres PAN di Kendari, dan Amien Rais tidak masuk dalam pengurusan PAN yang baru.
Hal ini membuat Amien Rais kehilangan panggung politik di PAN yang selama ini dibesarkannya.
Pilihan yang paling prospektif bagi Amin Rais untuk tetap "hidup" adalah dengan mendirikan partai baru.
• 4 zodiak yang Paling Pintar Cari Duit, Salah Satunya Pisces, Karena Merupakan Pribadi yang Kreatif
Menurut dia, dengan mengusung asas Islam, Amien Rais ingin partai barunya tampil beda dengan PAN yang nasionalis moderat.
Islam abangan
Fakta perpolitikan kita selalu didominasi oleh Islam abangan, sehingga kesuksesan Megawati mendirikan PDIP, Prabowo mendirikan Gerindra, Surya Paloh mendirikan Nasdem dan Wiranto mendirikan partai Hanura tidak bisa menjadi patokan.
Peta politik Islam selalu menampilkan wajah politik belah bambu sehingga sejarah partai Islam tidak selalu berumur panjang.
• Positif Covid-19 Donald Trump khawatir akan kematian,Orang Terdekat Sebut Presiden AS Sulit Bernafas
Hal ini karena klaim politik identitas berbasis agama hanya sebuah utopis belaka.
"Dan Amien Rais dalam pandangan saya bukan lahir dari basis Islam santri namun dari Islam modernis," katanya.
Karena itu menjadi tantangan bagi partai barunya jika menggunakan asas Islam. Bisa diduga bahwa partai yang didirikan oleh Amien Rais hanya sekadar mencari bentuk.
Ketika Amin Rais tidak menemukan bentuk, maka partainya akan mati dengan sendiri tanpa harus dimatikan.
"Dalam politik selalu berlaku teori darwinisme, yakni seleksi alam (natural seleksi)," kata pengajar ilmu komunikasi politik pada sejumlah perguruan tinggi di NTT itu. (Antaranews)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Pascadirikan Partai Ummat, Slogan 'Amien Rais adalah PAN dan PAN adalah Amien Rais' Sudah Berlalu,