WIKIJAMBI
WIKIJAMBI - Kiprah Perempuan Desa Pulau Raman, Motor Penggerak Demplot, Sayuran Tanpa Pestisida
Ibu-ibu di Desa Pulau Raman menjadi motor penggerak untuk mengembangkan pertanian di daerahnya.
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Nani Rachmaini
Berperan Membangun Desa, Kelompok Perempuan Desa Pulau Raman Kembangkan Demplot
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Peran perempuan untuk membangun desa kini mulai terlihat.
Di seberang Sungai Batanghari, sejumlah perempuan tergabung dalam dua kelompok menanam sayuran tanpa pestisida dan membuat pupuk alami.
Suara ketek terdengar samar dari daratan yang terletak di bibir Sungai Batanghari itu.
Belasan perempuan berkumpul di petak kebun di Desa Pulau Raman, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari.
Mereka memanen kangkung, yang ditanam sejak sebulan lalu.
Itu adalah demonstrasi plot (demplot) yang difasilitasi oleh Beranda Perempuan.
• Kisah dan Pesan Survivor Covid-19: Jangan Kucilkan Pasien Covid-19, Mereka Butuh Support System
• Kondis Terkini Rachel Maryam, Dikabarkan Koma Alami Pendarahan Hebat Usai Melahirkan
• Niat Bantu Suami, Fitri Kedai Teras Raih Sukses, Menu Ayam Gepreknya Laris sampai 100 Porsi Harian

Metode penyuluhan langsung ini dilakukan untuk mendorong produktivitas dan hasil pertanian.
Ibu-ibu di Desa Pulau Raman menjadi motor penggerak untuk mengembangkan pertanian di daerahnya.
Kata Direktur Beranda Perempuan, Zubaidah, kegiatan yang berlangsung selama empat bulan itu dimulai dari diskusi kampung.
Mereka membahas 'Peran Perempuan dalam Pengelolaan Sayur Tanpa Pestisida'
"Di sini, kami melakukan pelatihan pembuatan pupuk alami, dan pengembangan pertanian di desa," terangnya.
Para perempuan di desa dibentuk dalam dua kelompok. Hulu dan hilir.
Masing-masing kelompok dibina untuk mengembangkan pupuk alami yang hasilnya mereka uji pada tanaman yang menjadi demplot.
Selain kangkung, mereka juga mengembangkan pertanian pada bayam dan cabai.