WIKIJAMBI

WIKIJAMBI - Kiprah Perempuan Desa Pulau Raman, Motor Penggerak Demplot, Sayuran Tanpa Pestisida

Ibu-ibu di Desa Pulau Raman menjadi motor penggerak untuk mengembangkan pertanian di daerahnya.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/MAREZA SUTAN
Belasan perempuan di petak kebun di Desa Pulau Raman, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Mereka motor penggerak demplot. Foto pada Oktober 2020 

Berperan Membangun Desa, Kelompok Perempuan Desa Pulau Raman Kembangkan Demplot

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Peran perempuan untuk membangun desa kini mulai terlihat.

Di seberang Sungai Batanghari, sejumlah perempuan tergabung dalam dua kelompok menanam sayuran tanpa pestisida dan membuat pupuk alami.

Suara ketek terdengar samar dari daratan yang terletak di bibir Sungai Batanghari itu.

Belasan perempuan berkumpul di petak kebun di Desa Pulau Raman, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari.

Mereka memanen kangkung, yang ditanam sejak sebulan lalu.

Itu adalah demonstrasi plot (demplot) yang difasilitasi oleh Beranda Perempuan.

Kisah dan Pesan Survivor Covid-19: Jangan Kucilkan Pasien Covid-19, Mereka Butuh Support System

Kondis Terkini Rachel Maryam, Dikabarkan Koma Alami Pendarahan Hebat Usai Melahirkan

Niat Bantu Suami, Fitri Kedai Teras Raih Sukses, Menu Ayam Gepreknya Laris sampai 100 Porsi Harian

Belasan perempuan di petak kebun di Desa Pulau Raman, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Mereka motor penggerak demplot. Foto pada Oktober 2020
Belasan perempuan di petak kebun di Desa Pulau Raman, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Mereka motor penggerak demplot. Foto pada Oktober 2020 (TRIBUNJAMBI/MAREZA SUTAN)

Metode penyuluhan langsung ini dilakukan untuk mendorong produktivitas dan hasil pertanian.

Ibu-ibu di Desa Pulau Raman menjadi motor penggerak untuk mengembangkan pertanian di daerahnya.

Kata Direktur Beranda Perempuan, Zubaidah, kegiatan yang berlangsung selama empat bulan itu dimulai dari diskusi kampung.

Mereka membahas 'Peran Perempuan dalam Pengelolaan Sayur Tanpa Pestisida'

"Di sini, kami melakukan pelatihan pembuatan pupuk alami, dan pengembangan pertanian di desa," terangnya.

Para perempuan di desa dibentuk dalam dua kelompok. Hulu dan hilir.

Masing-masing kelompok dibina untuk mengembangkan pupuk alami yang hasilnya mereka uji pada tanaman yang menjadi demplot.

Selain kangkung, mereka juga mengembangkan pertanian pada bayam dan cabai.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved