Sepuluh Seniman Asal Jakarta Kolaborasi dengan Pengrajin Resam Muaro Jambi

Rengga mengatakan pembangunan karya seni kontemporer ini melalui program dari Kemdikbud lewat rangkaian fasilitasi seniman kebudayaan (FBK).

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/musa
Progres pembangunan icon Harmoni (s) di Percandian Muaro Jambi, 10 orang seniman berkaloborasi dengan pengrajin resam dari Desa Suka Maju, Sabtu (26/9/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI – Pembangunan karya seni kontemporer sedang digarap Komunitas Kilau Art Studio dari Jakarta. Menghadirkan tema Harmoni(s) di Percandian Muarojambi.

“Karya seni yang dibuat ini menggunakan bahan utama resam dari Desa Suka Maju Kecamatan Mestong. Mengangkat ciri khas kedaerahan Muaro Jambi,” kata Rengga Sabtu (26/9/2020).

Rengga mengatakan pembangunan karya seni kontemporer ini melalui program dari Kemdikbud lewat rangkaian fasilitasi seniman kebudayaan (FBK).

“Tim terdiri dari 10 orang seniman, ada kurator kebudayaan, kurator seni, pengrajin resam 50 orang dan didukung komunitas lokal Muarojambi,” ujar Rengga yang juga Kurator Seni Kilau Art Studio.

VIDEO Kayu Menumpuk di Pangakalan Ojek Ketek di Sungai Batanghari Kawasan Kecamatan Pelayangan

Sinopsis Warkop DKI Reborn 4 yang Tayang Hari Ini di Disney+ Hotstar, Dono, Kasino, Indro ke Maroko

Kebakaran Bedeng di Desa Sarang Burung, Kerugian Ditaksir Rp 90 juta

Ia menambahkan karya seni ini bersifat abstrak, dengan maksud menggambarkan keharmonisan masyarakat Jambi yang beragam suku, budaya dan alam.

“Karya ini hanya icon, biarlah masyarakat sendiri yang mengartikan,” tambahnya.

Rengga mengatakan melalui hasil riset, masyarakat Jambi memiliki keberagaman budaya, lingkungan alam dan masyarakat dari berbagai daerah, dari potensi ini disandingkan melalui karya seni kontemporer, dan nanti akan dimiliki masyarakat Jambi.

Selain itu, pemilihan lokasi pembangunan karya seni terlebih dulu tim melewati riset studi pustaka dan survei lokasi dari mulai Maret hingga September.

“September tim sudah datang ke Jambi, untuk mengetahui potensi yang ada, kemudian dari hasil riset dipilih bahan utamanya resam dengan pengrajin dari Kalimantan yang menetap di Desa Suka Maju,” ungkapnya.

Sementara itu resam yang sudah diletakkan di alam terbuka bisa bertahan 2-5 tahun.

“Dalam bentuk anyaman, resam ini bisa bertahan dua tahun paling lama, dengan itu nanti akan ada pemelliharaan dengan mengganti komponen resam yang mengalami pelapukan,” pungkasnya.

Sekedar informasi pembangunan icon Harmoni (s) sudah dimulai pada September Minggu kedua, targetnya 30 hari pekerjaan.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved