Berita Nasional
Gatot Nurmantyo Tolak Brevet Kehormatan Kopassus dengan Mudah, Ikuti Ujian Neraka Demi Sang Ibu
Gatot Nurmantyo Tolak Brevet Kehormatan Kopassus dengan Mudah, Ikuti Ujian Neraka Demi Sang Ibu
Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Andreas Eko Prasetyo
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sosok mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo diketahui sebagai perwira tinggi TNI dengan jiwa korsa yang begitu dalam terhadap satuannya.
Bahkan, kisah sang mantan Panglima TNI ini cukup unik saat menerima kehormatan menjadi keluarga besar Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan elite milik TNI AD.
Gatot Nurmantyo yang saat itu sebagai KSAD, mestinya bisa dengan mudah menerima baret merah, tanda resmi sebagai anggota Kopassus.
Namun dirinya tidak menerima itu dengan mudah. Sang Jenderal TNI itu malah memilih jalan umum bagi calon anggota Kopassus saat diseleksi.
• Mengapa Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo Sekarang Kritik Presiden Jokowi Terus, Ini Fakta-faktanya
• Tanggapan Gatot Nurmantyo Apabila RUU HIP Diketok Menjadi UU, Periwtiwa Kelam Bakal Terulang
• Gatot Nurmantyo: Dulu Diangkat Jadi Panglima TNI, Sekarang Doyan Kritik Jokowi, Ada Apa?
Ternyata pilihan Gatot Nurmantyo itu mengikuti ujian untuk masuk jadi keluarga besar Kopassus untuk mewujudkan impian sang ibunda.
Demi mewujudkan impian almarhumah Ibunya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo rela mengikuti dan menempuh latihan dasar Kopassus layaknya prajurit biasa.
Gatot lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 13 Maret 1960.
Tapi sejatinya ayahnya berasal dari Solo dan ibunya dari Cilacap.

Gatot dibesarkan dari keluarga yang berlatar militer pejuang sangat kental. Ayah Gatot, bernama Suwantyo, seorang pejuang kemerdekaan yang pernah menjadi Tentara Pelajar.
Di masa perang kemerdekaan ayahnya bertugas di bawah komando Jenderal Gatot Subroto.
Dari nama tokoh militer kharismatik itulah, ayahnya kemudian memberi nama anaknya “Gatot”.
Ayah Gatot pensiun dengan pangkat terakhir Letnal Kolonel Infanteri dan tugas terakhir sebagai Kepala Kesehatan Jasmani di Kodam XIII/Merdeka, Sulawesi Utara.
Sedangkan ibunda Gatot, anak seorang Kepala Pertamina di Cilacap, memiliki tiga orang kakak kandung yang mengabdi sebagai prajurit TNI AD, TNI-AL dan TNI-AU.
Karena anak tentara, sejak kecil Gatot hidup berpindah-pindah.
Setelah dari Tegal, ia pindah ke Cimahi, Jawa Barat, hingga kelas 1 Sekolah Dasar.