Pencurian Tanaman Hias di Jambi

Daftar Tanaman Hias yang Potensi Diincar Pencuri, Janda Bolong dan Aglonema

Tribun Jambi/Aryo Tondang
Pencurian tanaman hias di Kota Jambi. Arman saat menunjuk lokasi tanaman hiasnya yang raib dibawa kabur pencuri, Jumat (25/9) pagi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pencurian tanaman di Kota Jambi marak selama satu bulan terakhir.

Tanaman hias warga Lebak Bandung, Kota Jambi, digasak habis.

Tercatat sudah 10 warga kehilangan tanaman hias beberapa waktu terakhir.

Memang, saat ini bunga atau tanaman hias memang lagi tren di tengah pandemi Covid-19.

Kondisi banyak peminat dan harga tinggi memicu pencuri beraksi.

Penelusuran Tribunjambi.com, tanaman hias jenis keladi-keladian Aglonema menjadi sasaran para pencuri.

Seperti yang dialami Arman, warga Jalan Prof Muhammad Yamin, Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung.

BONGKAR Habis Ramalan 12 Shio Sabtu 26 September 2020, Kerbau Terima Banyak Hadiah, 11 Lainnya?

Suami Siri Gorok Leher Driver Ojol Wanita, Tak Tahan Minta-minta Rumah

Tiga pot beserta tanamannya raib dibawa pencuri, Sabtu (19/9/2020) dini hari lalu.

Akibatnya, ia mengalami kerugian hingga Rp 500 ribu. Meski tidak tergolong besar, aksi pencurian tersebut sangat meresahkan masyarakat.

Sebab, untuk di kawasan Lebak Bandung tersebut, kata Arman sekira kurang lebih 10 warga telah kehilangan tanaman hiasnya.

"Wah, di sini sudah banyak bang, kalau dihitung, lebih dari 10 warga mungkin kehilangan, dalam bulan ini," kata Arman, saat ditemui di kediamannya, Jumat (25/9/2020) pagi.

Tidak ingin kembang lainnya turut digasak pelaku, kata Arman, puluhan bunga dan tanaman hias miliknya tersebut harus dipindahkan ke dalam rumah, jika malam tiba.

"Kalau sudah jam 6 sore, kita masukin ke rumah, nanti pagi kita pindahin keluar lagi," imbuh Arman.

Kepada tribunjambi com, setidaknya Arman menunjuk tiga lokasi yang turut menjadi korban pencurian. Namun, saat ditelusuri, para pemilik rumah tidak berada di lokasi.

Namun, sejumlah warga sangat antusias menceritakan terkait maraknya aksi pencurian tersebut. Saat ditemui di sebuah warung, sejumlah warga yang didominasi ibu rumah tangga menceritakan aksi pencurian kembang tersebut.

Indonesia Siaga di Natuna Usai Amerika Tuduh Tiongkok Buat Asia Tak Aman, Klaim Laut China Selatan

Siapa Sebenarnya Bobby Tria Sanjaya, Kok Mau Celana Dalam Bekas Dinar Candy Seharga Rp 50 Juta?

"Waih bang, bukan lagi, banyak sudah kehilangan disini, ada yang cuman ninggalin potnya, ada yang bawa sama potnya, dan sampai lompat pagar," kata satu di antara ibu rumah tangga yang ditemui tribunjambi.com.

Sejumlah aksi pencurian bunga tersebut sempat terekam kamera pengawas atau CCTV dan viral di media sosial Instagram.

Dalam rekaman CCTV, pelaku tidak hanya laki-laki, bahkan perempuan juga turut nekat melakukan aksi tidak terpuji tersebut.

Bahkan, dibeberapa lokasi, sejumlah pelaku turut mencuri bunga beserta potnya, dan sebagian langsung mencabut bunga dan hanya meninggalkan pot dalam kondisi kosong.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Jelutung, Ipda Fajarudin menuturkan, sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait aksi pencurian tersebut.

"Sejauh ini, kita belum ada terima laporan," kata Fajar, saat dikonfirmasi via telepon seluler, Jumat (25/9/2020) pagi.

Menurutnya, banyaknya peminat dan tingginya harga tanaman, menjadi kesempatan sendiri bagi para pelaku untuk memanfaatkan situasi tersebut.

Akibat maraknya pencurian, pedagang tanaman hias lebih bekerja ekstra menjaga tanamannya.

Seperti yang dilakukan Heni, penjual tanaman hias di RT 24, Lebak Bandung, Jelutung.

Pascamaraknya aksi pencurian tanaman hias, ia harus rela semalam full menjaga kembangnya.

"Saya begadang sekarang ini, jaga malam, soalnya disini sudah banyak yang kehilangan," kata Heni, saat ditemui di kediamannya, Jumat (25/9) pagi.

Youtuber Jambi Glenn Julifer, Parkir Satu Menit Bayar Satu Juta Jadi Konten Terlaris

Kekuatan KKB Papua Pimpinan Sabinus Waker Terkuak Lewat Jumlah Senjatanya, Bakal Disergap TNI-Polri

Hal tersebut terpaksa dilakukan Heni, pasalnya harga tanamannya tergolong mahal, mulai dari kisaran puluhan ribu hingga harga tertinggi mencapai Rp 2 juta per tanaman.

Kata Heni, tanaman hias jenis keladi-keladian aglonema menjadi primadona jualannya saat ini.

"Kalau di sini harga tertingginya dua juta bang, jenis Pilo, jadi mau gak mau harus dijaga," paparnya.

Beruntung, Heni tidak menjadi satu diantara banyak korban pencurian tanaman hias, yang tidak jauh dari tempat membudidayakan tanaman hias.

Langkah antisipasi yang dilakukan Heni rasanya tidak berlebihan. Sebab, tanaman hias yang dijual olehnya bisa mencapai kisaran puluhan juta.

Saat disambangi di tempat jualannya, tanaman Heni didomoniasi tanaman hias keladi-keladian, mulai dari keladi Birkin, Janda Bolong serta jenis lainnya.

Kata Heni, untuk jenis Keladi Birkin yang bisa mencapai Rp 1 juta, sementara untuk jenis Janda Bolong, bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu.

Teka-teki Pjs Gubernur Jambi Akhirnya Terjawab, Ternyata Ini Sosok Pengganti Fachrori Umar

Fakta-fakta 2 Oknum PNS Ditemukan Pingsan Usai Berzina di Mobil, Hakim Buktikan Ini

Disetiap pot, Heni telah menuliskan nominal harga dari setiap tanaman, mulai dari Rp 50 ribu, Rp 600 ribu, Rp 800 ribu hingga jutaan rupiah.

"Jadi harus di jaga," pungkasnya.(Aryo Tondang)