Hari Tani Nasional di Jambi

Hari Tani Nasional, Petani Jambi Protes Tak Bisa Merun, Tapi Perusahaan Bakar Lahan Tak Ditangkap

Memperingati Hari Tani Nasional ke-60, ratusan petani di Provinsi Jambi melakukan aksi di sekitar kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Jambi.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/Mareza
Memperingati Hari Tani Nasional ke-60, ratusan petani di Provinsi Jambi melakukan aksi di sekitar kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Jambi, Kamis (24/9/2020). 

Hari Tani Nasional, Petani Jambi Protes Tak Bisa Merun, Tapi Perusahaan Bakar Lahan Tak Ditangkap

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Memperingati Hari Tani Nasional ke-60, ratusan petani di Provinsi Jambi melakukan aksi di sekitar kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Jambi, Kamis (24/9/2020).

Dalam aksinya, mereka menyayangkan ketimpangan penegak hukum terhadap petani.

"Petani tidak boleh merun, tapi perusahaan bakar lahan. Petani merun ditangkap. Tapi lihat perusahaan, mana ada izinnya dicabut, mana ada tindakannya," kata Irmansyah dari KPA Jambi dalam orasinya.

Mereka menilai pemerintah dan penegak hukum tidak adil dalam memberikan tindakan.

Untuk diketahui, merun merupakan cara tradisional petani Jambi dalam membuka lahan. Mereka mematok lahan yang akan dibuka, sehingga luasannya terbatas.

Lima Pelaku Narkotika Jaringan Lapas Diringkus Polda Jambi, Petugas Amankan Setengah Kilo Sabu

Akhirnya 51.000 Tenaga Honorer Segera Diangkat Jadi PNS, Hanya Tunggu Tanda Tangan Jokowi

Daftar Nomor Urut Pasangan Cabup dan Cawabup Pilkada Tanjab Timur 2020

Untuk itu, dalam aksi peringatan HTN tersebut, mereka juga mendesak pemerintah tegas dalam memberikan tindakan kepada perusahaan yang melakukan pengerusakan hutan dan merebut tanah masyarakat.

Mereka juga menolak disahkannya Omnibus Law yang dinilai akan menyengsarakan masyarakat, khususnya petani.

Dalam aksi tersebut, ratusan petani berjalan dari RRI Jambi menuju Simpang BI. Setelah melakukan aksi di perempatan itu, mereka lanjut menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Jambi.

Massa tergabung dalam Gerakan Suara Tuntutan Rakyat Jambi (Gestur-Jambi), yang terdiri dari KPA Jambi, Persatuan Petani Jambi, Serikat Tani Tebo, WALHI Jambi, STB Tanjabbar, Perkumpulan Alami, dan organisasi tani lainnya.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved