18 Amalan dan Doa di Bulan Safar, Lakukan Ini Untuk Mendapatkan Pahala Besar
Banyak yang melaksanakan amalan-amalan atau ibadah sunah tertentu guna menghindari bala yang dipercaya jatuh di Bulan Safar.
TRIBUNJAMBI.COM - Di kalender Hijriyah, Bulan Safar adalah bulan kedua setelah Muharram.
Beberapa orang meyakini bahwa Bulan Safar merupakan bulan bala yang mendatangkan banyak kesialan.
Misalnya saja membuat kenduri, berpuasa, mandi Safar, dan masih banyak lainnya.
Dalam ajaran Islam, tidak ada yang namanya bulan sial.Pada dasarnya, semua bulan itu sama dan tidak memiliki keburukan. Sama halnya dengan datangnya Bulan Safar.
Jikapun terdapat musibah maka itu adalah ujian dari Allah Ta’ala. Sebagaimana dipaparkan dalam Al Quran:
• Siapa Sebenarnya Marisi Butar-butar?Direktur Utama PTPN II yang Meninggal Dunia Karena Covid-19
• Kisah Kopassus, Saat Baku Tembak Dengan Pelaku Penyanderaan Senjata Sempat Macet, Misi Hampir Gagal
• Bobby Stuntrider, Pria yang Membeli Celana Dalam Dinar Candy Mengaku Bukan Settingan
“Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS. At-Taubah: 51 ).
Dalam sebuah hadist shahih juga dijelaskan: “Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa.” (HR. Bukhari).
Dikutip dari laman DalamIslam, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam (SAW) dan sahabat-sahabatnya tidak pernah mencontohkan amalan khusus pada bulan Safar.
Amalan yang dilakukan untuk mencegah kharafat jelas tidak ada dalilnya. Jadi tidak perlu dilakukan.
Untuk memperoleh keutamaan bulan Safar menurut Islam, kita bisa melakukan amalan-amalan ibadah harian sebagaimana ajaran Rasulullah SAW.
Nah, berikut ini 18 amalan dan doa yang bisa mendatangkan pahala besar.
1. Senantiasa Berdizikir kepada Allah Ta’ala
Keutamaan berdzikir juga sangatlah luas. Berdzikir dapat memberberat timbangan di akhirat, mendatangkan pahala dan dicintai Allah Ta’ala.
“Aku membaca subhaanallah wal hamdulillah walaailaaha illallahu wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah dan Allah Maha Besar). Bacaan itu lebih aku sukai daripada mendapat kekayaan sebanyak apa yang di bawah sinar matahari.” (HR.Muslim).
“Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan dan berat di timbangan: (yaitu bacaan) subhaanallah wabihamdihi subhaanallahil adzim.” (HR Bukhari).